Tuesday, 30 June 2009

Earth Wind & Fire

Earth Wind & Fire
Earth Wind & Fire di bentuk oleh Maurice White di tahun 1969. Awalnya band yang telah memenangkan 6 penghargaan Grammy award ini bernama Salty Pappers dan sempat merilis dua buah single. Maurice kemudian mengganti nama band ini menjadi Earth Wind & Fire berdasarkan zodiaknya Sagitarius di tahun 1971. Pada tahun yang sama Earth Wind & Fire juga berhasil merampungkan formasi lengkap mereka yang berjumlah 10 orang.

Band yang namanya telah masuk Rock & Roll Hall Of Fame ini merilis album perdana mereka “Earth, Wind & Fire “,di tahun 1971 disusul album kedua “The Need Of Love” di tahun yang sama. Dari dua album ini lahir hits top 40 pertama mereka "I Think About Lovin' You". Hanya saja baru enam bulan berjalan, terjadi perpecahan diantara mereka.

Tahun 1973 Earth Win & Fire merilis album ketiga “Head to the Sky” yang menghasilkan hits dua hits "Evil", dan "Keep Your Head to the Sky". Hanya saja, dalam proses album ini hingga dirilis juga terjadi pergantian personel di tubuh band ini. Tahun 1974, band ini merilis album “Open Your Eyes” yang membuahkan top 30 hits pertama band ini “Mighty Mighty”.

Tahun berikutnya, Earth Wind & Fire merilis album "That's the Way of the World" yang menjadi no.1 album pertama mereka. Album yang merupakan soundtrack film dengan judul yang sama/ ini melahirkan no.1 hits single "Shining Star". Sukses album ini di susul album “Spirit” yang menghasilkan hits “Gateway”.

Berikutnya Eart Wind & Fire merilis album All 'N All. Album yang menjadi best selling R&B album di tahun 1978 ini menghasilkan hits “Song". Earth, Wind & Fire menutup tahun 70-an dengan album “I Am”. Album ini membuahkan hits klasik mereka "Boogie Wonderland" dan "After the Love Has Gone”.

Dalam sesi rekaman album ini, Earth Wind & Fire juga merekam lagu "September" dan "Love Music" yang terdapat dalam album The Best of Earth, Wind & Fire.

Tahun 1980-an Earth Wind & Fire merilis 5 album. Tercatat, beberrapa hits lahir di periode ini antara lain; “Let Me Talk” dari album Faces di tahun 1980, “let’s Grove” dan “Wanna Be With You” dari album “Raise” di tahun 1981, “fall In Love Wiyh Me” dari album “Powerlight” di tahun 1983.

Dua album Eart Wind & Fire terakhir di tahun 1980-an; "Electrical Universe" di tahun 1983 dan "Touch The World" di tahun 1987 menghasilkan hits antara lain “Magnetic", “System Of Survival” dan “Thingking Of You”.

Earth Wind And Fire masih merilis 5 album lagi hinga tahun 2005 dan sampai saat ini Band yang namanya juga masuk Vocal Group Hall Of Fame ini masih tetap eksis dan berkarya.

Aretha Franklin

Diva yang Berangkat Dari Gospel
Aretha Franklin dilahirkan di Memphis,Tennessee, 24 Maret 1942 dari pasangan Rev. C. L. Franklin dan Barbara Siggers Franklin. Masa kecil diva ini tidak terlalu bagus, kedua orangtuanya berpisah saat Franklin masih berusia 6 tahun, dan diusia 10 tahun, ibunya meninggal dunia.

Diva yang satu ini memulai karirnya diusia 14 tahun lewat album bergenre Gospel “Song Of faith” ditahun 1956. Aretha kemudian hijrah ke jalur pop setelah Motown Records dan RCA menawarinya kontrak rekaman. Tapi, diva yang sejak usia 10 tahun ditinggal sang ibu ini malah memilih mengikat kontrak dengan Columbia Records ditahun 1960.

Pada periode ini, karya Aretha Franklin memperlihatkan pengaruh musik Jazz, dan menghasilkan beberapa hits antara lain "Today I Sing The Blues", "Won't Be Long" and "Operation Heartbreak".
Akhir tahun 1966 Franklin pindah ke Atlantic Records, dan setahun kemudian Artha merilis album "I Never Loved a Man (The Way I Love You)" yang menjadi awal kesuksesnya didunia musik. Single dari album ini dengan judul yang sama "I Never Loved a Man (The Way I Love You)" behasil menjadi no.1 di Billboard R&B Singel dan masuk top 10 di Billboard hot 100. Singel kedua dari album ini "Respect", juga menjadi no.1 baik di tangga lagu R&B maupun Pop sekaligus membawa Franklin kejalur ketenaran.

Lewat single ini pulalah, Franklin berhasil meraih Grammy Award pertamanya di tahun 1968. Ditahun yang sama, Franklin merilis album “Lady Of Soul” yang juga sukes mencetak hits, antara lain; “Chain Of Fools” dan "(You Make Me Feel Like) A Natural Woman".

Aretha Franklin memulai tahun 70-an dengan dua album yang satu diantaranya yaitu, “Aretha Great Hits” membuahkan no.1 hits di R &B chart lewat single “Spanis Harlem”. Ditahun 1972, Franklin kembali ke jalur Gospel dengan album “Amazing Grace”. Album ini terjual sebanyak 2 juta copy di Amerika Serikat saat itu, sekaligus menjadi "the best-selling gospel album of all time".

Franklin terus mencetak hits hingga pertengahan tahun 1970-an diantaranya “Angel” ditahun 1973 yang menjadi R & B no.1 hits, dan "Until You Come Back to Me (That's What I'm Gonna Do)" yang juga mencapai no.1 R & B hit. Namun, diperiode inilah, nama Franklin seakan tenggelam lantaran booming musik disco. Nama Aretha Franklin makin tenggelam setelah disaat bersamaan Atlantic Record mulai berpaling darinya dan lebih memilih artis kulit hitam muda lainya seperti Natalie Cole, Chaka Khan and Donna Summer.

Franklin kembali bangkit diawal tahun 80-an. Dibawah Arista Records ia kebali mencetak hits lewat single "United Together" dan "Love All The Hurt Away" yang berhasil masuk top 10 Billboard R&B. Namun baru pada album “Jump To It” di tahun 1982 namanya kembali benar-benar diperhitungkan.

Album yang di produseri Luther Vandross ini menghasilkan No1. R & B Hits "(Giving Him) Something He Can Feel", albumnya sendiri mencapai no.1 Billboard's R&B Albums. Tahun 1985 Franklin meriah sukses besar setelah albumnya “Who’s Zoomin’ Who? Meraih platinum. Album ini menghasilkan hits "Freeway of Love" dan "Sisters Are Doing It For Themselves". Berikutnya album entitled “Aretha” kembali menuai sukses, lewat duetnya dengan George Michael, "I Knew You Were Waiting (For Me)" yang menjadi No.1 hits di tangga lagu Pop.

Tahun 1987 hingga awal thn 90-an Franklin kembali ke jalur Gospel namun album-albumnya tidak begitu sukses. Karir nenek dari artis Mariah Carey ini kebali melonjak ditahun 1993. Aretha Franklin kembali mencetak hits kali ini di jalur dance-club lewat soundtrack the Sister Act 2: "Deeper Love" dan tahun berikutnya, lewat ballads "Willing To Forgive", yang mencapai posisi Top 5 di Billboard's R&B chart.

Tahun 1998, albumnya “A Rose Is Still A Rose” yang bermaterikan genre Urban Contemporary, Hip-Hop dan Soul mendapat setifikasi gold termasuk singelnya. Setelah sukses album ini, Franklin tetap berkaya. Terakhir ditahun 2003 Franklin merilis album “So Damn Happy” yang membuahkan hits "Wonderful". Setelah merilis album ini, Franklin meniggalkan Arista Records dan membuat perusahaan rekaman sendiri Aretha Records. Lewat labelnya ini Fanklin berencana merilis albumnya yang telah lama tertunda “A “Woman Falling Out Of Love” ditahun 2009.

R.E.M

Berangkat dari Indie Label

Band yang lahir tahun 1980 di Athens, Georgia, AS ini merupakan band yang berangkat dari indie label. R.E.M yang bermaterika Michael Stipe, Peter Buck. Mike Mills dan Bill Berry memulai perjalanan karir mereka dengan merilis single "Radio Free Europe", di tahun 1981. Singel ini cukup sukses mengangkat nama mereka sekaligus mendapatkan kontrak rekaman dengan I.R.S. records ditahun berikutnya.

R.E.M merilis album perdana “Murmur” di tahun 1982 yang mendapat pujuan dari berbagai kalangan. Album ini melahirkan hits "Talk About the Passion", dan "Perfect Circle". Namun, dua album R.E.M berikutnya “Reckoning” di tahun 1984 dan “Fables of the Reconstruction” di tahun 1985 terbilang gagal.

REM baru mencetak major hits pertamanya di album keempat “Lifes Rich Pageant” yang dirilis tahun1986. Album ini melahirkan hits “Fall on Me,". Album kelima mereka “Document” di tahun 1987 juga membuahkan hits "The One I Love". Tahun berikutnya R.E.M mengikat kontrak dengan major label “Warner Bross”, sekaligus merilis album “Green” ditahun 1988. Album ini menghasilkan hits single “Stand” yang berhasil masuk top 10 tangga lagu AS.

Setelah sempat beristirahat selama 3 tahun, R.E.M merilis album “Out Of Time” yang menjadi no.1 album pertama band ini. “Out Of Time” yang meraih empat sertifiksi platinum ini melahirkan hits “Losing My Religion" dan "Shiny Happy People". Sukses ini dilanjutkan dengan album “Automatic for the People” yang memunculkan hits “"Drive", "Man on the Moon" dan "Everybody Hurts".

Band yang lekat dengan aktivis green peace ini kembali melahirkan hits lewat album “Monster” di tahun 1994. “Monster” menjadi number one album yang menghasilkan hits “"What's the Frequency, Kenneth?" dan "Bang and Blame".

Tahun 1996, R.E.M merilis album “New Adventures in Hi-Fi” di tahun 1997, yang terbilang gagal dipasaran. Setelah album ini, Bill Berry memutuskan keluar dengan alasan pribadi. Namun sebelum meninggalkan R.E.M, Bill Berry mengajukan satu sarat kepada ke tiga rekannya, yaitu R.E.M tidak boleh bubar sepeninggalan dirinya.

R.E.M terus melangkah… tahun 1998, mereka merilis “Up” yang yang terbilang gagal ditahun pertama dirilis. Tahun 2001 R.E.M merilis “Reveal” yang juga terbilang gagal meski menghasilkan satu hits “Immitation Of Life”. Kegagalan ini dicoba diperbaiki pada album REM berikutnya “Arround The Sun”, namun album dengan hits “Leaving New York” ini tetap terbilang gagal di AS meski sukses di eropa. Terakhir, band yang namanya telah tercatat dalam Rock & Roll Hall Of Fame ini merilis album “Accerelate” di tahun 2008 lalu.

Toto

Band Yang Lahir dari Sesion Mussion
Toto merupakan band yang dibentuk oleh enam musisi studio di tahun 1977,. Pada tahun yang sama band bermaterikan David Paich, Steve Lukather, Bobby Kimball, Steve Porcaro, David Hungate dan Jeff Porcaro ini mulai mengerjakan materi album pertama mereka.

Setelah semua materi album perdana mereka selesai, semua personel band ini sepakat menjadikan kata Toto menjadi nama band ini. Awalnya kata Toto ini sengaja ditulis oleh Jeff Porcaro di cd demo mereka untuk membedakan dengan cd demo band yang lain.
Tidak seperti kebayakan artis lain, Album perdana Toto yang dirilis tahun 1978 langsung menembus pasar AS. Album ini melahirkan tiga hits single "Hold the Line", "I'll Supply the Love" dan "Georgy Porgy".

Tahun 1979 Toto merilis album kedua “Hydra”. Meski terbilang gagal dipasaran, yaitu hanya menyabet sertifikasi gold dalam hal penjualan, album ini menghasilkan satu hits terpopuler mereka “99”. Toto merilis “Turn Back” di tahun berikutnya, namun juga menemui kegagalan.

Kegagalan dua album tersebut tidak membuat band ini berhenti. Tahun 1982 Toto merilis album “Toto IV” yang merupakan album tersukses mereka. Album triple platinum ini antara lain berisikan no.1 hits pertama Toto, “Africa” kemudian single top ten hits “Rosanna” dan “I Wont Hold You Back”.

Singel “Rosanna” juga membuahkan tiga grammy award untuk Toto. Usai album ini, basis David Hungate memutuskan keluar dengan alasan keluarga, posisinya kemudian digantikan Mike Pocaro.

Tahun 1984, Toto mulai mengalami perpecahan. Vokalis Boby Kimball dipecat karena masalah dengan band, posisinya digantikan Fredie Frederikson. Pada tahun yang sama Toto merilis album “Isolation”, yang meski sukses secara komersial namun masih kalah dibanding album sebelumnya.

Hal yang sama terjadi di album keenam Toto “Fahrenheit” yang di rilis tahun 1986. Album ini gagal dipasaran meski tetap menghasilkan hits single “I’ll Be Over You” dan “Lea”. Tahun 1988, Toto kembali kehilangan satu personelnya, Steve Porcaro mengundurkan diri usai dirilisnya album “The Seventh One”.

Toto kembali menuai sukses seperti pada album ketiga mereka setelah merilis album ketujuh “The Seventh One” di tahun 1988. “Seventh One” menghasilkan hits “Pamela” , "Stop Loving You" dan “Home of the Brave”. Setelah “The Seventh One” Toto masih merilis 5 album lagi yang kesemuanya tidak begitu sukses.

Tahun 1999, mantan lead vocal “Boby Kimball’ kembali bergabung dengan Toto, namun hingga album terakhir mereka “Falling In Between” di tahun 2006, tetap tidak dapat mengangkat kembali nama band ini.

Bon Jovi

Rock Band Fenomenal
Rock band yang satu ini memang fenomenal. Bon Jovi merupakan rock band papan atas yang hingga kini tetap exsis. Band yang lahir tahun 1983 ini mengawali perjalanan emas musik mereka dengan merilis sinel “Runaway” di tahun 1983, kemudian single kedua "She Don’t Know Me" sekaligus album perdana mereka “Bon Jovi” di tahun 1984.

Rock Band yang bermaterikan Jon Bon Jovi, Richie Sambora, David Bryan dan Tico Torres ini merilis album kedua mereka "7800° Fahrenheit" di tahun 1985. Album ini juga cukup berhasil dengan hits "Only Lonely", dan "In and Out of Love".

Rock band asal Sayreville, New Jersey ini baru berhasil mencapai popularitas internasional setelah album ke tiga “Slippery When Wet” dirilis tahun 1986. Album ini melahirkan dua no.1 hits single sekaligus yaitu, "You Give Love a Bad Name" and "Livin' on a Prayer". Selain dua no.2 hits, album ini juga menghasilkan dua hits lainnya; "Wanted Dead Or Alive” dan Never Say Goodby”. Album “Slippery When Wet” sendiri tercatat laku terjual hingga 12 juta copy di AS dan lebih dari 28 juta copy diseluruh dunia.

Band asal Bon Jovi makin memantapkan diri sebagai rock band papan atas dengan meledaknya album keempat mereka “New Jersey” yang dirilis tahun 1988. Sama seperti album ketiga, "New Jersey" juga menghasilkan dua no.1 hits single, "Bad Medicine" dan ballad terbaik mereka "I'll Be There for You". Selain dua no.1 hits ini, album “New Jersey” juga mecatatkan 3 top ten hits yaitu “"Born to Be My Baby", "Lay Your Hands on Me", dan "Living in Sin".

Memasuki tahun 90-an, Bon Jovi sempat beristirahat selama dua tahun lantaran kelelahan menjalani tur album "New Jersey" selama 18 bulan. Dimasa inilah, selain mengisi soundtrack film Young Guns, vokalis, Jon Bon Jovi menikah dengan Dorothea Hurley.

Tahun 1992 Bon Jovi mulai kembali mengerjakan album kelima mereka "Keep The Faith" yang kemudian dirilis tahun 1993. Album ini menghasilkan hits al; "I Believe", "Keep the Faith" dan "Bed of Roses". Tahun 1994, Bon Jovi merilis album Greats Hits mereka “Cross Road” yang didalamnya terdapat dua hits single "Always" dan "Someday I'll Be Saturday Night". Singel "Always" sediri berhasil mencapai posisi 4 di AS dan menjadi No.1 di Eropa, Asia dan Australia. Tidak itu saja, "Always" berhasil bertahan selama 31 pekan di Billboard Hot 100.

Produktifitas Bon Jovi terus berlanjut, Tahun 1995 Bon Jovi merilis album "These Days" yang menghasilkan satu hits Billboard top 20, "This Ain't a Love Song". Bebarapa lagu lainnya dari album ini juga suses di Eropa dan Australia, antara lain “Hey God", "Something For The Pain" dan "Lie To Me".

Memasuki tahun 2000 Bo Jovi merilis album ketujuh mereka "Cruss". Album yang masuk nominasi Best Rock Album di ajang 2001 Grammy Awards ini mengasilkan hits "It's My Life" dan "Thank You For Loving Me". Sukses ini disusul album "Bounce" di tahun 2002 yang menghasilkan hits “everyday”.

Setelah tur dunia yang panjang, tahun 2005 Bon Jovi merilis album “Have a Nica Day”. Album ini membuahkan hits “Have a Nica day” dan “Who Say You Can’t Go Home”. Bon Jovi terakhir merilis album “Lost In The High Way” di tahun 2007 lalu. Album ini juga sukses dengan hits "Lost Highway" dan (You Want to) Make a Memory".

Kenny G

Smoth Jazz Icon
Dimata penggemar smoth jazz, nama Kenny G telah mendapat tempat tersendiri. Musisi jazz dengan spesialis saxophone ini merupakan salah – satu yang terbaik hingga saat ini.

Kenny G dilahirkan di Seattle, Washington, pada 5 Juni 1956. Terlahir dengan nama Kenneth Gorelick, musisi yang juga seorang pilot ini memulai karirnya Barry White's Love Unlimited Orchestra in 1973. Saat itu ia masih kuliah di Central Washington University, setelah sebelumnya ditolak masuk jurusan musik di kampus yang sama.

Kenny G baru memulai solo karirnya setelah keluar dari The Jeff Lorber Fusion. Tahun 1982 merupakan babak baru bagi karir Kenny G, di tahun itu ia menandatangani kontrak dengan Arista Records, sekaligus merilis album perdananya Kenny G.

Sukses baru dicapai Kenny G setelah album keduanya “G Force” yang berhasil masuk posisi 6 di Billboard Jazz Albums chart. Satu single dari album ini “"Hi, How Ya Doin'?" masuk posisi 23 US Hot R&B, Hip-Hop Singles & Tracks. Musisi yang hoby bermain golf ini melajutkan suksesnya di album "Gravity" yang dirilis dibawah label BMG di tahun 1985. Album yang mencapai posisi 13 Billboard Jazz Albums ini menghasilkan hits single “Love On The Rise”.
Nama Kenny G sebagai saxophonist smoth jazz handal baru benar-benar diperhitungkan setelah meledaknya album ke empat “Doutones”. Album yang dirilis tahun 1986 ini mencapai posisi No.1 di Contemporary Jazz Albums dengan penjualan yang mendapat sertifikasi 5x Platinum. Salah satu single dari Doutones, "Songbird" berhasil mencapai posisi 3 di U.S. Adult Contemporary dan No.4 di U.S. Hot 100.

Kenny G kembali menggebrak belantika musik Jazz di AS dengan album kelimanya “Silhouette’. Dirilis dibawah Arista Records di tahun 1988, “Silhouette” berhasil mencapai posisi no.1 di Contemporary Jazz Albums chart dan, posisi 8 di Billboard 200.

Awal tahun 90-an merupakan tahun keemasan karir Kenny G. Tahun 1992 albumnya “Breathless” berhasil kembali menjadi No. 1 di Contemporary Jazz Albums chart dan posisi dua baik di Billboard 200 maupun di R&B/Hip-Hop Albums.

Lagu “For Ever In Love” dari album ini memberinya penghargaan Grammy Award tahun 1994 untuk kategori Best Instrumental Composition. “Breathless” yang juga menghasilkan hits "Sentimental" dan "By the Time This Night Is Over" tersebut hingga kini menjadi album terlaris Kenny G dengan 12 kali sertifikasi platinum.

Kenny G melanjutkan kesuksesnya dengan merilis album “The Moment” yang kembali berhasil mencapai posisi no.1 album di Billboard Top Contemporary Jazz. Singel kedua dari album ini “Havana” yang kemudian di remixs berhasil menjadi no.1 di Hot Dance Club Play chart di tahun 1997, sekaligus memberi Kenny no.1 pertamanya di diluar jazz.

Sementara single lainnya "Every Time I Close My Eyes" yang di ditulis dan diproduseri Babyface dan dinyanyikan oleh Mariah Carey, berhasil mencapai posisi 6 Billboard Hot 100 dan masuk nominasi Gramy award. Kenny G menutup tahun 90-an dengan merilis cover album pertamanya “Classics in the Key of G” di tahun 1999. Album ini juga menjadi no.1 di Contemporary Jazz Albums chart.

Tahun 2000 hingga kini, Kenny G tercatat telah merilis 2 cover album dan 3 studio album. Namun kesemuanya tidak sesukses album Kenny G sebelumnya, meski album “Paradise” yang dirilis tahun 2002 berhasil menjadi no.2 album. Terakhir Kenny G merilis album "Rhythm & Romance" di tahun 2008.

Boys II Men

Grup Vokal Pria Tersukses
Grup vokal asal Philadelphia, Pennsylvania, AS ini merupakan grup vokal R&B tersukses sepanjang masa. Antara tahun 1992 hingga 1997, "Boys II Men" berhasil mencetak 5 no.1 hits.

“Boys II Men” resmi berdiri di tahun 1988. Quartet ini awalnya beranggotakan 5 personel, namun Marc Nelson yang merupakan pendiri dari grup vokal ini memilih bersolo karir sesaat sebelum album perdana Boys II Men dirilis.

“Boys II Men” yang bermaterikan Nathan Morris, Michael McCary, Shawn Stockman, dan Wanya Morris, memulai karir mereka setelah di kontrak Motown Records dan merilis album pertama mereka "Cooleyhighharmony", di tahun 1991.

“Boys II Men” yang bermaterikan Nathan Morris, Michael McCary, Shawn Stockman, dan Wanya Morris, memulai karir mereka setelah di kontrak Motown Records dan merilis album pertama mereka "Cooleyhighharmony", di tahun 1991.

Album perdana mereka langsung menggebrak industri musik AS. Dua single dari album ini "Motownphilly" and "It's So Hard to Say Goodbye to Yesterday" mendapat penghargaan Grammy award.

Grup yang mempunyai ciri khas "multiple-lead arrangements" ini kembali menggebrak industri musik AS setelah album kedua mereka ‘II” di rilis tahun 1994. “II” menghasilkan no.1 hits single pertama Boys II Men. Tidak tanggung - tanggung dari album “II” ini, terlahir dua no.1 hits single "I'll Make Love To You" dan "On Bended Knee".

Boys II Men kembali bersinar seiring di rilisnya album ketiga mereka “Evolution”. Album ini menghasilkan no.1 hits singel "4 Seasons of Loneliness" dan satu top ten hits "A Song for Mama". Berikutnya “Boys II Men” kembali mencetak no.1 hits, kali ini lewat duet mereka dengan Mariah Carey, “One Sweet Day”. Lagu ini tercatat memecahkan rekor terlama berada di posisi No.1 Billboard Hot 100, dan hingga kini rekor itu belum terpecahkan.

Memasuki tahun 2000, group yang mengusung jenis musik R&B ini merilis album keempat “Nathan Michael Shawn Wanya” di bawah label Universal. Album ini terbilang gagal dan hanya melahirkan satu buah 1 hits single “Pass You By”. Kegagalan album keempat ini menjadi titik awal pudarnya “Boys II Men”. Album kelima mereka “Full Cirlcle” yang dirilis tahun 2002 juga menemui kegagalan tidak hanya di tangga lagu, tapi juga di sisi pemasaran.

“Boys II Men” makin tenggelam setelah personel mereka “Michael McCarry” memutuskan keluar pada awal tahun 2003. “Boys II Men” tetap bertahan dan merilis album ke enam mereka yang berupa cover album “Throwback Vol.1” di tahun 2004. Sayangnya, album ini pun tidak sukses.

“Boys II Men” akhirnya kembali ke jalur sukses mereka merilis album “Motown: A Journey Through Hitsville USA” ditahun 2007. Album tribute dari beberapa lagu klasik Motown records ini berhasil mencapai posisi 8 saat dirilis di AS. Album yang berisikan hits klasik seperti "Just My Imagination" dari The Temptations, dan "Tracks Of My Tears" milik The Miracles ini juga masuk nominasi penghargaan Grammy Awards.

Hingga kini singel dan album Boys II Men telah berhasil terjual sebanyak 60 juta copy di seluruh dunia. Billboard Magazine juga mencatat "Boyz II Men" sebagai grup tersukses di tahun 90-an.

Guns N' Roses

Bigest Hard Rock Band of The 90's
Hard Rock band asal Los Angeles, California, AS ini dibentuk pada bulan Maret 1985. Awalnya, band ini bernama Hollywood Rose, kemudian berubah nama menjadi Guns N' Roses yang diambil dari gabungan nama dua personel Hollywood Rose, Axl Rose dan Tracii Guns.

Pada awal karirnya, Gun's N' Roses sempat bongkar pasang personel. Guns N' Roses baru berhasil mendapatkan formasi solid pada tur pertama mereka bertajuk "Hell Tour", yaitu; Axl Rose (vokal), Izzy Stradlin (rhythm guitar), Duff McKagan (bass), Slash (guitar), dan Steven Adler (drum). Guns N' Roses kemudian mengikat kontrak dengan Geffen Records.
Setelah merilis EP (extendet Play) mereka bertajuk, Live ?!*@ Like a Suicide di tahun 1986, Guns N' Roses merilis album perdana "Appetite for Destruction" di tahun 1987. Album perdana ini langsung mendapat sambutan, selain menghasilkan no.1 hits single “Sweet Child O’ Mine”, Album ini juga membuahkan top ten hits yaitu “Welcome To The Jungle”, Paradise City, dan Night Train.

Sisi lain dari album ini adalah G & R mendapat gelar tak resmi sebagi band paling berbahaya lantaran prilaku personelnya yang mendapat sorotan negative dari media massa. Duff, Slash, Izzy dan Adler sering terlihat sedang "hight" baik di atas maupun diluar panggung konser. Prilaku ini pula yang menyebabkan banyak pihak menyebut Guns N' Roses sebagai band reinkarnasi The Rolling Stones.

Guns N' Roses merilis album kedua mereka "Lies" tahun 1988. "Lies" yang berisikan 4 lagu yang terdapat dalam EP (extendet Play), Live ?!*@ Like a Suicide tersebut menghasilkan hits ballads mereka “Patience” yang berhasil masuk posisi 4 Billboard Hot 100 serta "Move To The City” dan "One In The Million" yang mengundang kontroversi lantaran dalam syair lagu ini terdapat kata "niggers" dan "faggots". Akibat syair lagu ini pula, Axl Rose di tuding rasis dan homopobia.

Tahun 1990, Guns N' Roses kembali ke studio merekam album ketiga mereka yang fenomenal, “Use Your Illusion”. Dalam periode inilah, drummer Steven Aldler terpaksa di pecat lantaran kecanduan cocain dan heroin. Sebelumnya, saat tengah rekaman lagu “Civil War” , Steven Adler sempat merepotkan personel band yang lain lantaran tidak mampu bermain drum dengan baik karena terlalu "high".

Posisi Steven Adler kemudian di gantikan Matt Sorum, dan di periode ini pula, keyboardist Dizzy Reed resmi menjadi full time member dari band ini. Setelah memecat manager, Alan Niven, dan menggantikannya dengan Doug Goldstein di tahun 1991, Guns N’ Roses merilis dua album sekaligus; "Use Your Illusion I" dan "Use Your Illusion II" pada 17 September 1991. Kedua album ini sukses, "Use Your Illusion I" berhasil masuk peringkat 2 dan "Use Your Illusion II" menempati posisi no.1 album di AS. Dari dua album ini lahir hits single antara lain "November Rain", "Don't Cry", "Estranged", "You Could Be Mine,”, "Civil War" dan Yesterday.

Seiring dengan dirilisnya dua album ini, Guns N' Roses juga merilis beberapa video musik termasuk "the most requested video on MTV"; "November Rain". Sukses dua album ini dilanjutkan dengan jadwal tur yang padat selama 28 bulan.

Perpecahan mulai meruncing di tubuh Guns N' Roses usai dirilisnya album kelima "The Spaghetti Incident?" di tahun 1993. Album yang berisikan lagu-lagu cover version ini terbilang gagal. Meski demikian, dua single dari album ini “Ain’t It Fun” dan “Since I don’t Have You” cukup sukses.

Benih perpecahan makin mengkristal di antara personel Guns N' Roses, bankan mereka tidak dapat merampungkan lagu-lagu untuk album mereka berikutnya. Puncaknya, dua personel mereka Slash dan Duff McKagan memutuskan untuk hengkang. Axl Rose sendiri memilih memisahkan diri bandnya.

Meski didera kehancuran, Guns N' Roses bertekad untuk bertahan dengan hanya tertinggal Axl Roses sebagai satu-satunya personel asli band ini. Setelah sempat berganti-ganti personel, baru 5 tahun kemudian tepatnya di tahun 1999 Guns N’ Roses berhasil mengeluarkan lagu baru yaitu “Oh My God” yang juga menjadi soundtrack film “End Of The Day”.

“Oh My God” kemudian menjadi lagu pembuka album baru G & R “Chines Democracy” yang baru bisa dirilis 9 tahun kemudian tepatnya di tahun 2008 lalu. Album ini pun tidak bisa mengangkat kembali nama Guns N' Roses.

Bread

Pengusung Sofl Rock
Bread merupakan salah band yang populer di akhir tahun 60–an dan awal 70-an. Band asal Los Angeles California ini dianggap sebagai band yang mempopulerkan aliran soft rock. Bread bermaterikan David Gates, Jimmy Griffin, Robb Royer, Mike Botts and Larry Knechtel.

Bread di bentuk tahun 1968 oleh tiga personel awal band ini yaitu, Gates, Griffin, dan Royer. Setelah mengikat kontrak dengan Elektra Records, tahun 1969 Bread merilis single perdana “Dismal Day” yang ternyata gagal total, begitu pula dengan album perdana mereka “Bread” di rilis setahun kemudian yang hanya mencapai posisi 127 di Billboard 200.

Bread baru medapat sorotan setelah album kedua mereka “On the Waters" di rilis tahun 1970, album ini sukses mencapai posisi 12 di Billboard 200. “On the Waters: juga membuahkan satu no.1 hits single di Billboard Hot 100 “Make It With You”. Singel ini juga tercatat sebagai satu-satunya No.1 Hits Bread. Singel lainnya yang juga hits dari album kedua ini yaitu “"It Don't Matter to Me" yang berhasil masuk top ten.
Sukses terus berlanjut, di tengah tur album kedua mereka tahun 1971, Bread mulai mengerjakan album ke tiga, “Manna”. Album yang behasil masuk posisi 21 ini menghasilkan hits yang hingga kini masih sering diputar di radio – radio, “If”.

Setelah album ke 3 ini basis Rob Royer keluar, namun ia tetap menulis lagu untuk Bread, posisinya di gantikan Larry Knechtel. Tahun 1972 Bread merilis album yang tercatat sebagai album tersukses mereka, “Baby I'm-a Want You”. Album ini berhasil mencapai posisi 3 Billboard 200. Judul album yang juga menjadi judul single pertama dari album ini juga sukses mencapai posisi 3 di Billboard Hot 100. Selain itu juga terdapat hits lainnya “"Everything I Own" dan "Diary" yang masuk top 20

Album ke enam Bread “Guitar Man” juga sukses mencapai posisi 11. Album ini cukup produktif dengan menghasilkan tiga top 15 hits, antara lain; "The Guitar Man", "Sweet Surrender", dan "Aubrey". "Guitar Man" dan "Sweet Surrender" juga menjadi no.1 di Billboard's adult contemporary chart. Dengan demikian di kategori ini tercatat 4 lagu Bread berhasil menjadi No.1. Selain dua lagu diatas dua lagu lainnya yaitu; “If”, dan "Baby I'm-a Want You".

Dibalik kesuksesan Bread, perpecahan mulai menerpa band ini. Ketengangan antara Gates dan Griffin makin memuncak. Penyebabnya, ke sebelas single Bread yang masuk chart antara tahun 1970 sampai tahun 1973 semuanya di tulis dan di nyanyikan Gates. Padahal Griffin menginginkan ia juga menyanyikan sebagian dari lagu-lagu itu. Namun dibalik perpecahan ini Bread meluncurkan album grathes mereka yang sukses menjadi runner up album di Billboard 200//

Puncak perpecahan terjadi di tahun 1974, saat itu keteganan makin memuncak dan bahkan ada ketidakpuasan akan lagu-lagu untuk album ke enam mereka. Akhirnya Bread memutuskan untuk vakum. Gates dan Griffin pun masing-masing memilih bersolo karir.

Tahun 1976 para personel Bread kembali bergabung, ini pun bukan atas keinginan personel Bread tapi, keinginan label mereka Electra Record untuk membuat Bread berikutnya. Hasilnya, tahun 1976 Bread merilis album “Lost Without Your Love”. Singel dengan judul yang sama berhasil masuk top 10. Singel lainnya dari album ini yang juga sukses yaitu “Hooked On You” .

Album ini juga menandari akhir perjalanan Bread ditahun 70-an tepatnya di tahun 1977. Mereka baru bisa berkumpul lagi ditahun 1994 dalam rangka reuni band ini. Tahun 2005, Griffin dan Boots meninggal dunia akibat penyakit kangker. Bread sediri resmi masuk Vocal Group Hall of Fame di tahun 2006.

John Denver

Master Musik Country
John Denver

John Denver merupakan penyanyi dan pencipta lagu folk dan country ternama yang merajai tangga lagu Amerika Serikat di tahun 70-an. Denver memulai karirnya bersama “Chad Mitchell Trio” di tahun 1965, setelah tiga tahun bergabung, penyanyi kelahiran Roswell, New Mexico, 31 Desember 1943 ini memutuskan keluar dan memulai solo karirnya di tahun 1969.

Di bawah RCA records, Denver merilis album pedananya."Rhymes and Reasons" yang tidak begitu sukses. Namun album ini ikut mengangkat sukses lagu "Leaving on a Jet Plane" yang versi aslina di nyanyikan trio "Peter, Paul and Mary". Dua album Denver berikutnya "Whose Garden Was This?," dan "Take Me to Tomorrow" di tahun 1970 juga tidak begitu sukses.

Penyanyi yang terlahir dengan nama Henry John Deutschendorf, Jr. ini baru berhasil menyita perhatian publik musik AS setelah album keempatnya “Poems, Prayers, and Promises” di rilis ditahun 1971. Album ini membuahkan hits single “Take Me Home, Country Road” yang berhasil mencapai posisi 2 Billboard Hot 100. Namun album ke 5 Denver “Airie” yang di rilis tahun 1972 terbilang gagal.

Pada tahun yang sama John Denver meriilis album “Rocky Mountain High”. Single dengan judul yang sama dari album ini berhasil masuk top ten hits di tangga lagu AS. Rocky Mountain High juga di jadikan lagu negara bagian Colorado.

Tahun 1973, Denver merilis single “Sunshine On My Shoulder” yang kemudian berhasil menjadi single no.1 hits pertamanya. Di tahun yang sama Denver merilis album “Farewell Andromeda” tidak begitu sukses. Barulah di tahun 1974, Denver merilis album yang menjadi album terpopulernya, “Back Home Again”. Album multi platinum ini berisikan no.1 hits single "Annie's Song", "Back Home Again", "Sweet Surrender"dan "Thank God I'm a Country Boy".

Sukses album "Back Home Again" di lanjutkan dengan album “Windsong” di tahun 1975 yang memberi Denver dua no.1 hits single; “I’m Sorry” dan “Calypso”. Tahun 1976, Denver merilis album ke sembilan “Spirit” yang ternyata tidak sesukses album sebelumnya meski berhasil membuahkan hits “Like a Sade Song” yang menjadi no.1 hits di adult contemporary chart. Setelah album ke sembilan ini, John Denver masih terus berkarya menghasilkan 13 lainnya hingga tahun 1997.

Selain sebagai musisi, penyanyi dengan ciri khas blue jeans cut bray dan spatu boot cow boy serta aksen westernnya ini, juga dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan.
Denver juga dikenal aktif di dunia politik dan sosial kemanusiaan. Di usia 53 tahun, tepatnya di tahun 1997 penyanyi yang namanya juga masuk “Song Writer Hall Of Fame ini” meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat kecil berkapasitas dua tempat duduk yang dipilotinya. Setahun setelah kematiannya, lagu “Take Me Home, Country Road” di anugrahi penghargaan grammy Hall Of Fame di tahun 1998.

The Real Thig

Best Selling Black Grup In England
Band asal Liverpoll, Inggris ini merupakan band yang merajai tangga lagu pop/disco di akhir tahun 1970-an. The Real Thing di bentuk tahun 1970 oleh Christ Amoo, remaja kota Liverpoll keturunan Gahana. Meski di dukung oleh manager handal, Tony Hall dan label besar kesuksesan tidak begitu saja menghampiri band ini.

The Real Thing sempat gonta ganti personel dan single pertama mereka, “Plastic Man” yang di rilis di bawah EMI Records pun gagal di pasaran. Setelah di tinggal dua personelnya, Kakak Chris, Eddy Amoo kemudian bergabung dengan The Real Thing di tahun 1975.
Jalan kearah ketenaran mulai mereka tapaki saat mendapat kesempatan tampil di ajang bakal Opportunity Knocks ITV di tahun 1975. The Real Thing mulai menapak sukses setelah single mereka "You to Me Are Everything" di tahun 1976 meledak.

Singel yang juga terdapat dalam album “The Real Thing” ini berhasil menjadi no.1 di tangga lagu Inggris, sementara di AS berhasil masuk posisi 28. Album ini juga melahirkan dua hits single lainnya yaitu; “Can’t Get By Without You” yang berhasil mencapai posisi runner up tangga lagu Inggris dan "You’ll Never Know What You Missing".

Album The real Thing berikutnya, Four From Eight yang di rilis tahun 1977 tidak begitu sukses dan hanya berisikan minor hits “Love Such A Wonderfull Things”. Begitu pula album “Step In To Our World” di tahun 1978 yang berisikan hits “Rainin' Through My Sunshine" yang hanya berhasil mencapai posisi 40 tangga lagu Inggris.

Pada tahun yang sama The Real Thing merilis single “Let’s Go Disco” . Single ini cukup sukses dan berhasil mesuk posisi 38 tangga lagu Inggris. Nama The Real Thing baru kembali berkibar setelah album ke empat mereka “Can You Feel The Force” dirilis tahun 1979.

Album ini menghasilkan hits single “"Can You Feel The Force?"yang berhasil mencapai posisi 5 tangga lagu Inggris. Sukses ini disusul album berikutnya “....Saints Or Sinners? Ditahun 1980 dengan hits “Boggie Down” dan album 100 Minutes di tahun 1982.

The Real Thing yang mengusung genre sweet soul dicampur disco ini membuat mereka mendapat tempat tersendiri di public musik Inggris dan dunia. Di negaranya, The Real Thing tercatat sebagai best selling black group di akhir tahun 70-an, dan hingga kini The Real This masih aktif berkarya.

George Benson

George Benson
Penyanyi dan musisi yang satu ini mengawali karirnya didunia musik sebagai gitaris jazz, namun setelah kesuksesan albumnya "Breezin" di tahun 1976, nama George Benson malah lebih terpatri di jalur pop dan R & B. Album "Breezin" melahirkan dua hits singel yaitu "Breezin" dan "This Masquerade".

"Breezin" kini menjadi standar jenis musik smooth jazz, sedang "This Masquerade", tercatat sebagai lagu pertama yang menjadi number one hits di tangga lagu Billboard baik pop, jazz dan R&B. Sebenarnya, musisi kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania 22 maret 1943 ini sebelumnya telah mempunyai nama di jalur jazz yang ia tekuni antara tahun 1954 hingga tahun 1969.

Di tahun 1977 George Benson menulis sekaligus menyanyikan lagu "The Greates Love of All" sebagai soundtrack film kehidupan petinju Muhammad Ali berjudul "The Greates". Lagu ini menjadi hits setelah dinyanyikan oleh Whitney Houston. Tahun berikutnya Benson merilis album berjudul "Weeked In LA" yang berisikan hits the Drifters yaitu "On Broadway".
"On Broadway" versi Benson ini juga menjadi hits dengan berhasil menempati posisi 7 Bilboard top 100 dan meraih Grammy Award untuk kategori Best R&B Vocal Performance.

Dekade 80-an kesuksesan George Benson terus berlanjut. Albumnya Give Me The Night tahun 1980 yang diproduseri Quincy Jones, berhasil menempati posisi empat tangga lagu AS sekaligus menjadi album hits terbesar Benson di Amerika Serikat. Selanjutnya, ditahun 1981 Benson merilis album ke limanya dibawah Warner Bross, "Turn Your Love Around" yang berhasil menempati posisi 5 ditangga lagu AS.

Ditahun 1983 Benson merilis album ke enamnya dibawah Warner bros "In Your Eyes". ALbum ini berhasil menempati posisi 6 ditangga lagu R&B dan no.1 di tangga lagu Jazz. Tahun berikutnya, Benson tetap melahirkan hits lewat albumnya "20/20" yang dirilis tahun 1984.

Dalam album ini juga terdapat lagu "Nothing's Gonna Change My Love for You" yang juga sukses dinyanyikan ulang oleh penyanyi asal Hawai Glenn Medeiros ditahun 1987.

Di tahun 90-an, salah satu albumnya yaitu "Love Remenbers" dianggap banyak pihak sebagai tanda eksistensi seorang George Benson didunia musik. "Loves Remenbers" yang menghasilkan hits antara lain; "Got to be There" ini tercatat menempati posisi no.1 di tangga lagu jazz.

Meski namanya terangkat dan sukses di jalur pob dan R &B, Benson tetap pada akarnya, Jazz. Ini dibuktikan dengan tetap membuat album jazz hingga saat ini. Terakhir benson merilis albumnya ditahun 2006 yaitu "Givin It Up". Dalam album ini ia berduet dengan vokalis jazz kenamaan Al Jarreau. Album yang didalamnya terdapat lagu "Every Time You Go Away" ini berhasil menempati peringkat pertama di tangga lagu Jazz Amerika Serikat. Hingga kini George Benson tetap dikenal sebagai ikon gitaris jazz selain popularitasnya sebagai penyanyi pop dan R & B.

George Michael
George Michael adalah penyanyi asal Inggris yang sukses baik saat masih bersama grup duo-nya "Wham" maupun ketika bersolo karir. Artis kelahiran London, Inggris 25 Juli 1963 ini, memulai karirnya dinuia musik bersama teman sekolahnya Andrew John Ridgeley. Awalnya mereka tergabung dalam band "The Executives" yang akhirnya bubar.

Meski bandnya tidak bertahan lama, Michael dan Ridgeley tetap menjalin kerjasama hingga akhrinya "Wham" terbentuk ditahun 1981. Dalam kurun waktu empat tahun "Wham" menghasilkan tiga buah album "Fantastic" dirilis tahun 1983, "Make It Big" yang dirilis tahun 1984 dan "Music from the Edge of Heaven" yang dirilis tahun 1986. Dari tiga album ini tercatat hits-hits antara lain; "Careless Whisper" dan "Last Cristmas".
Setelah Wham secara resmi bubar ditahun 1986, George Michael mulai bersolo karir. Sebelum merilis albumnya, penyanyi yang terlahir dengan nama Georgios Kyriakou Panayiotou ini merilis singelnya "I Knew You Were Waiting (for me)". Dalam singel yang meraih penghargaan Grammy Award ini, Michael berduet dengan penyanyi senior Aretha Franklin.

Tahun 1987 anak dari pasangan Jack dan Lesley Panayiotou ini merilis album solo pertamanya "Faith" yang sukses besar. Selain menjadi no.1 album ditangga lagu di Inggris, album ini juga menjadi album pertama yang menghasilkan 5 hits singel di Amerika Serikat antara lain; "Faith", "Father Figure" dan "Kissing a Foll".

Ditahun 1990 George Michael merlisi album keduanya "Listen Without Prejudice". Album tidak sesukses "Faith" meski menghasilkan no.1 hits ditangga lagu AS antara lain; "Praying for Time" dan "Waiting for a Day". Lima tahun kemudian, tepatnya ditahun 1996 Michael merilis album ketiganya yaitu "Older".

Dalam album tersebut terdapat dua lagu hits baik di AS maupun di Inggris Raya "Jesus to a child" dan "Fast Love". Dipenghunjung tahun 1999, George Michael merilis album "Songs from the Last Century" yang tidak begitu suk ses. Album terakhir George Michael dirilis tahun 2004, "Patience". Album yang diantaranya terdapat lagu "Shoot The Dog" berisi kritik terhadap presiden George Bush ini menjadi album dengan rekor penjualan tercepat di Inggris dan masuk top 5 tangga lagu eropa.

Seperti banyak artis lainnya, kehidupan pribadi George Michael juga menjadi kontroversi. Michael baru lebih terbuka soal gay setelah dirinya ditangkap polisi Beverlly Hills dalam kasus asusila di sebuah toilet umum ditahun 1998. Michael juga pernah tiga kali ditangkap polisi dlm kasus narkoba.

Meski demikian, Michael juga dikenal sebagai artis berjiwa sosial yang tinggi. Tecatat, ditahun 1991 ia berduet dengan Sir Elton John dalam single "Don't Let The Sun Go Down On Me", hasil penjualan singel ini yang menjadi no 1 hits dan meraih penghargaan Grammy Award ini ditujukan untuk Anak-anak, yayasan AIDS dan Pendidikan.

Hingga kini George Michael telah mencetak 12 no 1 hits singel dan 7 no.1 album ditangga lagu Inggris Raya dan 10 no 1 hits singel dan 2 album no 1 ditangga lagu Amerika Serikat. Debut albumnya "Faith" tercatat sebagai best selling album sepanjang sejarah. Kesuksesannya ini juga menjadikan George Michael sebagai penyanyi yang lagunya paling sering diputar selama dua dekade.

Eagles

Sukses Berangkat Dari Band Pengiring
Eagle merupakan grup band sukses dengan album dan singel yang terjual hingga lebih dari 100 juta copy diseluruh dunia. Band yang dibentuk ditahun 1972 ini, awalnya hanya sebagai band pengiring konser penyanyi Linda Ronstadt.

Selepas menjadi band pengiring selama dua bulan, empat personel awal Eagles yaitu Glenn Frey, Bernie Leadon, Randy Meisner dan Don Henley sepakat membentuk grup band sendiri dengan nama Eagles. Nama itu mereka pilih sebagai penghormatan kepada salah satu band idola mereka "The Bird". Ditahun yang sama, Eagles mengikat kontrak dengan Asylum Label, perusahaan rekaman yang saat itu juga baru berdiri.

Pada bulan Juni 1972, Eagles meluncurkan album perdana mereka yaitu,"Eagles" yang sukses dan langsung menghasilkan tiga singel yang masuk jajaran top 40, yaitu "Take It Easy", "Witchy Woman", dan "Peaceful Easy Feeling".
Band asal Los Angeles, california ini merilis album kedua mereka ditahun 1973. Album berjudul "Desperado" mereka rekam di Island Studio, London, Inggris. Dari album ini muncul lagu hits yaitu; "Desperado", '"Tequila Sunrise" dan "Outlaw Man".

Album keempat Eagles dirilis tahun 1974 yaitu "On The Border". Pada album ini pulalah, Don Fedler bergabung bersama Eagles. Album "On The Border" sendiri menghasilkan no.1 hits singel pertama bagi Eagles yaitu lagu "Best Of My Love".

Eagles merilis album keempat mereka "One Of These Night" di tahun 1974. Album ini menelurkan no.1 hits kedua yaitu "One Of These Night", dan satu Grammy Award dari lagu "Lyin' Eyes" untuk kategori Best Pop Performance By a Duo or Group with Vocal.

Album keempat ini juga menandai perpecahan ditubuh band Egales. Salah satu personelnya, Bernie Leadon, meninggalkan band itu ditengah-tengah tur. Leadon hengkang lantaran perbedaan pendapat soal perubahan jenis musik band itu yang cenderung menjadi hard rock ketimbang akarnya yaitu country. Untuk dapat melanjutkan tur mereka, Eagles akhirnya merekrut Joe Walsh sebagai pengganti Leadon.

"Hotel California" merupakan album klasik band ini. Dirlis tahun 1976, album kelima Eagles ini menghasilkan dua no.1 hits singles, yaitu; "New Kid in Town" dan "Hotel california", dua lagu ini juga memenangkan perhargaan gramy award masing-masing untuk kategori "Record Of The Year dan Best arrangement For Voices".

"Hotel California" juga menjadi album best selling Eagles dengan terjual sebanyak 16 juta copy saat itu di AS. Hanya saja, setelah tur album ini, satu lagi personel Eagles, Randy Meisner juga meninggalkan band ini. Berbeda dengan Leadon, Randy Maisner hengkang untuk bersolo karir, posisinya kemudian digantikan Timothy B. Schmit.

Masih ditahun 1976, Eagles juga merilis album kompilasi mereka "Their Greatest Hits (1971-1975)''. Album kompilasi ini tercatat seabgai best selling album dalam sejarah musik AS. Album tersebut terjual hingga 29 jut acopy di AS saat itu dan hingga kini telah terjual 42 juta copy diseluruh dunia.

Tahun 1977, Eagle merilis album keenam mereka yaitu; "The Long Run" yang menghasilkan satu no.1 hits singel yaitu "Heartache Tonight". Album ini juga menandai perpecahan total Band ini. Puncaknya terjadi saat konser mereka di long beach, California tahun 1980. Eagles resmi bubar setelah album live konser mereka "Eagle Live" dirilis ditahun yang sama.

14 tahun setelah bubar, tahun 1993 Band yang namanya telah masuk Rock & Roll Hall Of Fame ini meluncurkan album kompilasi mereka "Common Thread" yang kemudian mewujudkan reuni band ini tahun 1994. Reuni Eagles kemudian diisi dengan beberapa konser dengan formasi 5 orang personel yaitu Frey, Henley, Walsh, Felder dan Schmit.

"Untuk dicatat, kami tidak pernah bubar, 14 tahun ini kami hanya libur," kata Frey saat konser pertama mereka ditahun 1994.

Ditahun yang sama mereka merilis album live konser yaitu "Hell Freezes Over" yang berhasil menjadi no.1 album di tangga lagu bilboard. Dalam album ini terdapat lagu yang menjadi Billboar no.1 hits, yaitu "Love Will Keep Us Alive". Namun, perpecahan kembali terjadi pada band ini, puncaknya ketika Don Felder resmi dipecat ditahun 2003. Hingga kini Eagles masih terus berkarya, terakhir mereka merilis album berjudul "Long Road Out Of Eden" ditahun 2007.

ABBA

Band Eropa Pertama Yang Meraih Sukses Dunia
Quartet asal Swedia ini merajai musik pop tahun 70-an hingga awal tahun 80-an. Perjalanan ABBA dikancah musik dunia diawali dengan hits singel pertama mereka “People Needs Love” yang dirilis tahun 1972.

Setahun kemudian, mereka merilis album perdana mereka yaitu “Ring-Ring”. Pada singel dan album perdana tersebut, quartet ini masih bernama “Bj√∂rn, Benny, Agnetha & Anni-Frid” yang merupakan nama dari para personelnya sendiri. Atas inisiatif Stig Andersson, sang manager, band ini kemudian mempersingkat namanya menjadi ABBA yang merupakan akronim dari nama para personelnya.

Ditahun 1974, ABBA merilis single “Waterloo” yang menjadi No.1 hits single di tangga lagu Inggris, Jerman dan Australia. Namun singel ini hanya mencapai posisi ke 6 di Billboard 100. Band yang hingga kini album dan singelnya telah lebih dari 400 juta copy ini, merilis album ketiga mereka di tahun 1975, bertajuk “ABBA”. Pada album yang dikalangan fans ABBA dikenal dengan nama “The Limo[usine] Album” ini, popularitas ABBA makin mendunia.
Album ini menelurkan dua hits melegenda antara lain; "I Do, I Do, I Do, I Do, I Do" yang menjadi no. 1 hits di Australia dan "Mamma Mia" atau "SOS" yang menjadi UK No.1 hits, namun hanya mencapai peringkat 32 US Billboard hot 100. Ditahun yang sama, ABBA juga merilis album Great Hits mereka.

Tahun 1976 merupakan tahun besejarah bagi ABBA. Ditahun itu, ABBA merilis non single album pertama mereka "Fernando" yang menjadi singel terlaris band ini. Single yang aslinya merupakan lagu dari solo album personel ABBA, Anni-Frid ini menjadi no.1 hits di 13 negara. Namun di tangga lagu AS, Singel ini hanya menempati posisi 13 US Billboard 100. Ditahun sama, ABBA merilis album keempat mereka “Arrival” yang membuahkan 3 lagu masiv hits band ini yaitu; "Dancing Queen", "Money, Money, Money" & "Knowing Me, Knowing You". Singel “Dancing Queen” sendiri menjadi singel pertama ABBA yang menjadi no.1 hits di US Billboard 100.

ABBA menutup tahun Tahun 70-an dengan dua album, yaitu “ABBA (Album)” ditahun 1977 dan “Voulez-Vous”. Voulez-Vous yang dirilis tahun 1979 ini membuahkan hits antara lain “I Have A Dream” dan "Chiquitita". Namun ditahun ini pula petaka mulai merambah quartet ini. Dua personelnya, Agnetha dan Bjorn yang telah menikah sejak 1971, akhirnya bercerai.

Awal tahun 1980-an merupakan akhir dari perjalanan ABBA. Pada November 1980, ABBA merilis album ke 7 mereka “Super Trooper” yang membuahkan hits "The Winner Takes It All"dan ”Super Troper”. Namun setelahun kemudian dua personel ABBA lainnya Benny dan Anni-Frid yang baru tiga tahun menikah juga resmi bercerai. Sebulan setelah perceraian keduanya ABBA merekam album terakhir mereka “The Visitor” yang meski membuahkan hits seperti; “One Of Us”, namun tidak sesukses album-album ABBA sebelumnya.

Meski telah bubar, musik ABBA tetap dihati fansnya. Album kompilasi “ABBA Gold” yang dirilis tahun 1992 mencetak 26 juta copy hingga saat ini. Tidak hanya itu, di tahun 2008 lalu ABBA mania kembali melanda dunia seiring dengan suksesnya film musikal “Mama Mia” yang digarap berdasarkan lagu-lagu hits ABBA. Album soundstrack film ini pun laris dipasaran dan berhasil menjadi Bilboard 200 No.1 hits album.

The Rolling Stones (part 1)

The World’s Greatest Rock and Roll Band
Rolling Stones adalah Rock Band legendaris asal Inggris yang tak terbatahkan lagi merupakan band papan atas dunia yang konstisten dan masih aktif hingga kini. Rolling Stones didirikan oleh gitaris Brian Jones ditahun 1962, nama The Rolling Stones juga diusung sang Jones yang ia ambil dari julud lagu Muddy Waters “Rollin' Stone”.

Dimasa awal berdirinya band ini, Jones yang masih tergabung dalam band “ Blues Incorporated” memang berniat mendirikan band sendiri. Jones kemudian mengajak pianis Ian Stewart, selanjutnya drumer Geof Bradford bergabung. Taklama setelah itu barulah Mick Jagger, Keith Richrad dan bassis Dick Taylor juga bergabung.

Mick Jagger dan Keith Ricard merupakan sahabat karib sejak masih di sekolah dasar, namun sempat terpisah lantaran orang tua mereka pindah tempat tinggal. Keduanya baru bertemu kembali ditahun 1960 setelah duduk di bangku kuliah, saat itu Mick Jagger masih menjadi mahasiswa London School of Economics, sementara Richard belajar di Sidcup Art College.

Dua sahabat karib yang memiliki kesamaan yaitu sama-sama menyukai musik blues ini kemudian membentuk band beraliran blues “Little Boy Blue dan the Blue Boys bersama Dick Taylor. Kecintaan akan musik blues ini pula lah yang akhirnya mempertemukan Jagger dan Richard dengan Brian Jones di klub blues di London.

Rolling Stones resmi pertama kali tampil di depan umum di Marquee cllub di London, pada tanggal 12 Juli 1962, namun saat itu drumer Geof Bradford telah keluar dan digantikan Mick Avory.

Dua minggu setelah penampilan mereka di Marquee, Taylor meninggalkan band dan posisinya digantikan Bill Wyman, setelah itu giliran Mick Avory yang juga keluar, posisinya digantikan Charly Watts. Proses bergabungnya drumer ini cukup alot, Watts yang baru keluar dari band Blues, Inc dan telah bekerja di perusahaan periklanan itu harus dibujuk terlebih dulu selama beberapa bulan dan baru kemudian bersedia bergabung dengan Stones.

Memasuki tahun 1963, formasi The Rolling Stones telah lengkap dan mereka mulai menjadi band pengisi di Crawdaddy Club, selama delapan bulan. Selain berhasil menambah fans mereka, penampilan band ini juga menarik Andrew Loog Oldham, yang akhirnya menjadi manajer band ini.

Meski tanpa pengetahuan musik yang baik, Oldham piawai dibidang publikasi, ia juga yang menggagas image bahwa The Rolling Stones adalah band anak “bandel” kebalikan dari The Beatles. Ia juga yang mempunyai ide sekaligus meminta pianis Ian Stewart keluar dari band, lantaran penampilannya yang sangat kontras dengan personel Rolling Stones yang lain dianggap tidak menunjang image band. Meski berat, Stewart akhirnya menyutujui permintaan Oldham, hanya saja ia tetap diminta bersama band, dengan posisi sebagai road manajer.

Dibawah tangan dingin Oldham, Stones mengikat kontrak dengan Decca Records untuk merilis singel perdana mereka “Come On” di ditahun 1963 yang hanya menjadi minor hits. Diakhir tahun 1963, Stones merilis versi lain dari lagu "I Wanna Be Your Man" dalam bentuk singel. Singel kedua mereka ini berhasil mencapai peringkat 15 di tangga lagu Inggris.
Awal tahun 1964, Stones merilis singel ketiga mereka "Not Fade Away," yang berhasil mencapai peringkat tiga tangga lagu Inggris, sekaligus menjadi lagu pertama mereka yang masuk tangga lagu di AS. Sejak saat itulah Rolling Stones mulai dikenal di Inggris, mereka dikenal sebagai band yang lebih keras dan seksi dibanding The Beatles.

to be continued..

The Rolling Stones (part 2)

The World’s Greatest Rock and Roll Band
Sukses tiga singel perdana Rolling Stones tersebut kemudian dilanjutkan dengan dirilisnya album perdana band ini di Inggris berjudul “The Rolling Stones” ditahuh 1964, namun di AS album ini dirilis dengna judul “England's Newest Hit Makers”. Album ini langsung menjadi UK no.1 hits album. Ditahun yang sama Stones juga merilis album di AS yaitu “12 x 5” yang juga berhasil menempati no. 3 Billboard Pop Album.

Album kedua band yang namanya telah masuk daftar Rock & Roll Hall Of Fame ini dirilis tahun 1965. Album berjudul “The Rolling Stones No 2” yang dirilis di Inggris dan AS melahirkan hits antara lain; “Time is On My Side” dan Under The Broadwalk”.
Rolling Stones melanjutkan sukses album kedua mereka dengan dengan meluncurkan album ketiga mereka di Inggris yaitu “Out of Our Heads”. Namun di AS, “Out of Our Heads” tercatat sebagai album ke empat band ini yang dirilis di AS. Album ini menelurkan; UK No.1 Hits Singel; “The Last Time” dan No.1 hits singel di Billboard Hot 100, “I Can't Get No satisfaction”.

Tahun 1966, Stones merilis album “Aftermath” yang dirilis di baik Inggris dan AS. Dari album ini lahir Billboard no.1 hits singel, “Paint In Black” dan dua hits singel lainnya “Mother Litle Helper” dan “Lady Jane”. Album ke lima Rolling Stones “Between The Button” dirilis di Inggris dan AS tahun 1967. Album ini melahirkan billboard hot 100 no.1 hits singles “Ruby Tuesday”. Ditahun yang sama Stones merilis album ke delapan mereka di AS saja, yaitu “Flowers” dan “Their Satanic Majesties Request”.

Ditahun 1968 Rolling Stones meliris album “Beggars Banquet” yang merupakan album terakhir keterlibatan gitaris Brian Jones' yang kecanduan obat bius. Hits meleganda lahir dari album ini yaitu ; “"Sympathy for the Devil" dan “Jumping Jack Flash”. Sukes album ini disusul album Stones berikutnya, “Let It Bleed” yang menjadi no.1 album di UK.

Namun ditahun ini pula-lah, Rolling Stones harus kehilangan the founding fathers band ini sang gitaris Brian Jones. Jones akhirnya dipecat secara halus lantaran kecanduan obat bius, posisinya kemudian digantikan mantan gitaris John Mayall's Bluesbreakers, Mick Taylor.

Naas bagi Jones, kurang dari sebulan setelah pemecatannya, Jones ditemukan tewas di kolam renangnya pada 3 Juli 1969 akibat over dosis. Kehadiran Mick Taylor yang saat itu baru berusia 20 tahun pada akhirnya justru malah kembali membawa Rolling Stones ke akar musik band ini yaitu “Blues”.

Rolling Stones membuka dekade 70 dengan masiv hits-nya dari album UK and US No.1 Album, “Sticky Fingers”. Album yang dirilis tahun 1971 ini menghasilkan hits; “Wild Horses”, “I Got The Blues” dan “Brown Sugar” yang menjadi no.1 di Bilboard Top 100. Ditahun yang sama, Rolling Stones kembali merils album berikutnya yaitu “Exile on Main St.” yang meski menjadi no.1 album di Inggris dan AS namun dihujani kritikan.

Ditahun 1973 Rolling Stones menjawab kritikan itu dengan merilis album “Goats Head Soup” yang membuahkan hits singel “Anggie” yang meledak dipasaran serta menjadi no.1 singel di Billboard Hot 100. Tahun 1974, The Rolling Stones merilis album “It's Only Rock 'n' Roll”. Pada Album ini pula Gutaris Mick Taylor keluar dan posisinya digantikan Ronnie Wood. Dipenghujung tahun 70-an, Rolling Stones merilis 2 album. “Black and Blue” ditahun 1976 dengan hits “Fool To Cry” dan “Hot Stuff” dan “Some Girl” ditahun 1978 yang menghasilkan hits “Miss You' dan Beast of Burden”.

Tahun 1980-an Rolling Stones tetap produktif, mereka menelurkan lima album diataranya yaitu; “Emotional Rescue” yang menjadi no1 album di Inggris dan AS. Dari album ini lahir dua hits “Emotional rescue” dan She's So Cold”. Sementara album “Tatto You” yang dirilis tahun 1981 menghasilkan hits “Start Me Up” dan “Waiting On A Friend”. Tiga album lainnya yang dirilis Rolling Stones ditahun 80-an yakni “Undercover ”, “Dirty Work” dan “Steel Wheels” juga cukup sukses meski tidak sesukses album sebelumnya.

Memasuki dekade 90-an, nama The Rolling Stones tetap tidak memudar bahkan masih mengeluarkan dua album lagi “Voodoo Lounge” ditahun 1994 dan “Bridgeds to Babillon” tahun 1997. Voodoo Lounge membuahkan 2 hits yaitu “Love Is Strong” dan “Out Of Teras”. Terakhir The Roling Stones merilis album ke 22 mereka pada tahun 2005 yaitu “A Bigger Bang”.

The Rolling Stones telah membutikan ucapan mereka diawal karir mereka bahwa The Rolling Stones adalah The World’s Greatest Rock and Roll Band. Kini setelah 46 tahun berkarya musik mereka masih tetap diminati. Teracatat album dan singel mereka terjual sebanyak 200 juta copy diseluruh dunia.

Carpenters

Duo Tersukses
Carpenters merupakan duo kakak beradik asal Los Angeles California yang sangat sukses di dekade 70-an. Karen dan Richard Carpenter mengusung jenis musik easy listening yang dinilai sangat kontras di jamannya, namun jenis musik ini pulalah yang membuat Carpenter sukses.

Perjalanan karir Carpenters tidak terlepas dari peran orang tua mereka. Adalah sang ibu, Agnes Carpenter, yang memperkenalkan mereka dengan Jack Daugherty, mantan pemain trompet di Woody Herman's band yang akhirnya membawa Carpenters menandatangani kontrak dengan A&M Records di tahun 1969. Ditahun yang sama mereka merilis album perdana mereka yaitu “Offering” yang hanya menghasilkan satu minor hits lewat lagu The Beatles “Tikect To Ride”.
Carpenter baru menuai sukses sertelah merilis album kedua mereka yaitu “Close to You” di tahun 1970. Dari album ini lahir hits antara lain; “Close To You” dan “We’ve Only Just Begun”. Lagu “Close to You” yang merupakan daur ulang lagu karya Burt Bacharach-Hal David ini berhasil menjadi No. 1 di Billboard 100 sekaligus yang pertama bagi duo ini.

Sementara “We’ve Only Just Begun” berhasil meraih posisi ke 2 di billboard 100. Richard Carpenter sendiri menganggap lagu ini sebagai ciri khas musik Carpenter. Tahun 1971 Carpenters merilis album ke tiga mereka “Carpenters”. Album ini membuahkan hits klasik mereka seperti; "For All We Know," "Rainy Days and Mondays," dan "Superstar,". Album itu sendiri berhasil mencapai posisi dua di Billboard 200.

Ditahun 1971 Carpenters merilis single “For All We Know” yang menjadi gold single mereka yang ketiga. Aslinya lagu ini dibuat untuk soundtrack film “Lovers and Other strangers” yang dibintangi Larry Meredith ditahun 1970, namun Richard Carpenter merasa lagu ini punya “kekuatan” hingga kemudian dirilis sebagai single ditahun 1971. Ditahun yang sama, Carpenter merils single “Rainy Days and Mondays” yang dinilai banyak pihak sebagai lagu terpopuler duo ini. Singel ini mencapai peringkat dua di Billboard 100 sekaligus membuahkan gold single ke empat duo ini. Selanjutnya Carpenters meliris single “Superstar”. Singel yang dinilai sebagai single klasik lainnya dari duo ini juga berhasil mencapai posisi dua tangga lagu billboard 100.

Setelah sederetan single yang sukses, Carpenters merilis album ketiga mereka ditahun 1971 yaitu “Carpenter”. Album ini menjadi salah satu album terbaik dan mendapat sertifikasi Platinum RIAA selama empat kali berturut-turut. Tahun 1972, Carpenters merilis album “A Song For You” yang menghasilkan hits “I Won’t Last a Day Without You”.

Tahun 1973 Carpenters kembali mencetak no. 1 hits lewat single bercorak country "Top of the World". Lagu ini merupakan lagu country tersukses Carpenters sekaligus no.1 hits kedua bagi mereka. Ditahun yang sama, Carpenters merilis album “Their Now And Then” dan album kompilasi pertama mereka “The Singel; 1969-1973”. Album “Their Now And Then” menelurkan lagu hits antara lain "Yesterday Once More" dan "Please Mr. Postman". Sementara album kompilasi “The Singel; 1969-1973” juga menjadi nomor 1 baik di AS maupun Inggris. Album ini juga menjadi salah-satu best selling album duo ini dengan angka penjualan di AS mencapai 7 juta copy saat itu, dan hingga kini album kompilasi tersebut telah mendapat sertifikasi platinum sebanyak 7 kali.

Di masa keemasan mereka ditahun 70-an Carpenters sempat tidak merilis album selama 1 tahun di tahun 1974. Richad Carpenter mengaku selain sedang tidak mood, mereka tidak punya waktu untuk membuat album. Tahun 1975, Carpenters kembali meraih sukses dengan mendaur ulang lagu The Marvelettes “Please Mr Postman” yang berhasil mencapai posisi 1 Billboard Hot 100, sekaligus lagu “no.1 hits” mereka yang terakhir. Sukses ini kemudian disusul dengan dirilisnya single “Only Yesterday” yang juga sukses. Dua lagu ini terdapat dalam album “Horizon”, namun meski dua lagu dalam album ini sukses, “Horizon” menjadi album Carpenters pertama yang hanya meraih sedikit platinum.

Pertengahan tahun 70-an tepatnya tahun 1976, terjadi pergeseran jenis musik yang menjadi hits di radio-radio di AS, lagu-lagu berjenis disco mendominasi hits ditahun itu. Akibatnya, band dengan jenis musik slow seperti Carpenters pun jatuh. Album mereka ““A Kind Of Hush” menjadi album pertama Carpenter yang tidak meraih platinum, bahkan single-singel dari album ini pun tidak sukses.

Lantaran hal itu lah, Carpenters kemudian merilis album ekperimental mereka di jalus musik baru itu yaitu “Passages”. Dalam album ini terdapat lagu Hits “Al You Get From love is a Love Song” dan Sweet,Sweet. Smile”. Meski sukses di Inggris, album ini juga terbilang gagal di AS dibanding album mereka sebelumnya. Nama Carpenters kembali bersinar ditahun 1978 setelah mereka mirilis album kompilasi kedua "The Singles: 1974-1978" di Inggris dan album “Christmas Portrait” di AS.

Tahun 1979 merupakan masa tenggang dan masa meredupnya duo ini. Ditahun itu Richard menjalani perawatan atas kecanduan obat bius selama enam minggu dan menghabiskan sepanjang tahun untuk beristirahat. Namun berbeda dengan Karen, yang meski telah mengetahui dirinya mengidap penyakit Anorexia, Karen malah bersikeras mengejar solo albumnya yang baru dirilis tahun 17 tahun kemudia ditahun 1996.

Selanjutnya, ditahun 1981, dou ini merilis album “Made in America”. Meski melahirkan hits “Touch Me When We’re Dancing” yang mencapai no.1 Adult Contemporary Chart, album ini terbilang gagal dipasaran dan hanya terjual 200 ribu copy saja.

Perjalanan dou ini terhenti setelah Karen Carpenter meninggal dunia pada 4 Februari 1983. Sebelumnya ditengah penyakit yang dideritanya, Karen menikah dengan Thomas James Burris di tahun 1980. Pernikahan mereka hanya bertahan 1 tahun, keduanya pun berpisah di akhir tahun 1981. Ditahun 1982 Karen mulai menjalani terapi atas penyakitnya, kondisi kesehatan Karen menunjukan perbaikan setelah perawatan di sebuah RS di New York, berat badannya bertambah 13 kg. Namun hal ini malah membuat jantungnya makin melemah dan akhirnya meninggal dunia. Pada oktober 1983, nama Carpenters resmi masuk “Hollywood Walk of Fame”.

“Eric Clapton”

Gitaris Handal Tanpa Bakat Alami
Gitaris blues rock ternama asal Inggris ini mulai menapakkan karir di dunia musik saat bergabung bersama band The Yardbirds, Bluesbreakers dan Cream ditahun 60-an. Karenanya tak heran jika sejak pertengahan tahun 60-an Publik musik di Inggris sudah mengenal musisi yang terlahir dengan nama Eric Patrick Clapton ini sebagai gitaris handal.

Eric Clapton sendiri baru memulai solo karirnya ditahun 1970 ketika masih bergabung dengan band Cream. Ditahun itu Clapton merilis album solo perdananya “Eric Clapton” yang berhasil mencapai peringkat 13 di AS dan 17 di Inggris dan menghasilkan hit antara lain; "After Midnight", dan "Let It Rain".

Diawal tahun 1970-an, Clapton membentuk band “Dereck and Dominos”. Bersama band yang usianya tidak lama ini Clapton menelurkan hits klasiknya “Layla”. Clapton menulis lagu Layla setelah terinspirasi oleh dongeng asal Persia karya Nezami Ganjavi berjudul “Story of Layla and Majnun".
Empat tahun kemudian tepatnya tahun 1974, Clapton merilis album solo keduanya yaitu, “461 Ocean Boulevard”. Album ini menghasilkan no.1 hits lewat lagu "I Shot The Sheriff" yang merupakan daur ulang lagu “Bob Marley”. Setelah itu berturut – turut Clapton menelurkan 4 album lagi yaitu; “There's One in Every Crowd” thn 1975, “No Reason to Cry” ditahun 1976, “Slowhand US” ditahun 1977 dan “Backless” ditahun 1978. 4 album ini antara lain menghasilkan hits-hits singel diantaranya adalah "Wonderful Tonight", dan "Cocaine."

Tahun 80-an Clapton merililis 5 buah album. Album kolaborasi dengan Phil Collins bertajuk “Behind the Sun” di tahun 1985 dan “August” ditahun 1986 menghasilkan hits ; "Forever Man", "She's Waiting", dan "It's In The Way That You Use It". Clapton menutup tahun 80-an dengan merilis album kolaborasi yaitu “Journeyman” ditahun 1989. Album ini bermaterikan berbagai jenis musik serta berkolaborasi dengan artis top lainnya seperti, Chaka Khan, Phil Collins, dan Daryl Hall.

Tahun 90 tepatnya tahun 20 Maret 1991, tragedy menimpa Clapton. Putranya yang bernama Cornor, hasil perkawinan dengan model asal Italia, Lory Del Santo, tewas secara tragis. Cornor yang baru berusia 4 tahun terjatuh dari lantari 52 apartemen teman Lory Del Santo di Newyork. Peristiwa tragis itu membuat Clapton sangat terpukul, ia kemudian mencurahkan rasa dukanya dalam lagu “Teras In Heaven”. Singel yang juga terdapat dalam “Unplugged Album” ini menjadi hits dan meraih 6 penghargaan Gramy Award.

Tahun 1996 Clapton kembali mencetak big hits. Singelnya "Change the World" yang juga dijadikan soundtrack film “Phenomenon” kembali membuahkan Gramy Award dithn 1997. Tahun berikutnya Clapton merilis abum “Pilgrim” yang diantaranya terdapat hits “My Father Eyes”. Album ini pun berhasil mencapai posisi 4 tangga lagu AS.

Satu hal yang menarik dari sosok gitaris handal ini, ternyata Clapton bukanlah sosok gitaris dengan bakal alami. Ia bahkan pernah frustasi saat pertama belajar bermain gitar elektrik pertamannya. Meski begitu ia tidak menyerah dan terus belajar.

Eric Clapton adalah sosok artis yang produktif. Tercatat, sejak tahun 2000 hingga sekarang Clapton telah merilis 6 album, terakhir ia merilis album “The Road to Escondido” ditahun 2006.

Sheena Easton

Merintis Karir Dari Serial TV
Sheena Easton merupakan seorang penyanyi dan aktris ternama asal Skotlandia. Shena Easton dilahirkan di Bellshill, North Lanarkshire, Scotlandia pada 27 April 1959, dari pasangan Alex dan Annie Orr. Sejak usia 10 tahun, bungsu dari 6 bersaudara ini ditinggal sang ayah yang meninggal dunia lantaran sakit. Meski tanpa didikan sang ayah, Easton tergolong anak pandai, dan berkat kecerdasannya ia mendapat bea siswa di Royal Scottish Academy of Music and Drama di Glasgow.

Artis yang terlahir dengan nama Sheena Shirley Orr ini memulai karirnya
lewat program film Documenter stasiun TV BBC “The Big Time”. Easton merilis singel pertamanya “Modern Girl” di tahun 1980. Namun lagu yang dirilis sebelum acara televisinya tayang ini gagal dan hanya mencapai posisi 56 tangga lagu Inggris.

Penyanyi yang single dan allbumnya telah terjual sebanyak 20 juta copy diseluruh dunia ini mulai bersinar ketika single keduanya yaitu “9 to 5” dirilis bersamaan dengan penayangan serial tv-nya. Single ini berhasil mencapai posisi 3 tangga lagu Inggris.

Singel "9 to 5" juga dirilis di AS dengan judul "Morning Train dan berhasil mencapai posisi No.1 di Billboard Hot 100 sekaligus menjadi satu-satunya no.1 hits Easton di AS.Setelah dua single ini sukses, album perdana Sheena Easton yaitu “Take My Time” dirilis tahun 1981. Album yang sama dirilis di AS dua bulan kemudian entaitled “Sheena Easton”.

Album kedua Easton “You Could Have Been with Me” dirilis tahun 1981. Album ini juga sukses dan membuahkan sertifikasi gold. Pada penghujung tahun 1981, Easton kembali mencetak hits lewat singel “For You Eyes Only”. Lagu soundtrack film James Bon in berhasil mencapai posisi top ten baik ditangga lagu Inggris maupun AS. Ditahun ini juga Easton menyabet Grammy Award untuk kategori "Best New Artist tahun 1981".

Tahun 1982 Easton merilis album ketiga “Madness, Money & Music” namun album ini terbilang gagal. Easton kembali bersinar ditahun 1983 lewat albumnya “Best Kept Secret”. Singel "Telefone (Long Distance Love Affair)" dari album ini berhasil masuk top ten hits AS. Ditahun yang sama Easton juga mencetak no.1 hits lewat duetnya dengan Kenney Rogers "We've Got Tonight".

Easton juga sempat membuat singel dalam bahasa spanyol berduet dengan Luis Miguel "Me Gustas Tal Como Eres" ("I Love You Just the Way You Are"), yang membuahkan penghargaan Grammy untuk kategori best Best Mexican-American Performance.

Pada tahun 1984 merilis album ke 5, dalam abum ini lEaston berkolaborasi dengan Price dalam album ke limaya “Privat heaven”. Album ini membuahkan hits antara lain; "Strut", "Sugar Walls" dan "Swear".

Tahun 1987 keduanya kembali berkolaborasi, kali ini giliran Easton yang menyumbangkan suaranya dalam lagu hits "U Got The Look" yang terdapat
pada album Prince "Sign “☮” the Times". “U Got The Look” yang berhasil mencapai posisi 2 tangga lagu AS.

Tahun 1988 Easton mencetak hits lewat soundtrack serial TV Miami Vice, "Follow My Rainbow". Lagu yang terdapat dalam album “The Lover in Me“ ini mencapai posisi 2 Billboard Hot 100. Sejak saat itu, Easton tidak lagi mencetak hits. Hingga kini, Easton telah mengeluarkan 16 album dan 23 singel yang 15 diantaranya mencetak hits.

"Genesis"

Pelopor Progresif Rock
Rock band asal Inggris ini didirikan oleh Peter Gabriel dan Tony Banks, ditahun 1967. Awalnya Peter Gabriel mengusulkan nama Gabriels Angels, untuk band ini namun, produser mereka Jonathan King menolaknya dan memberinama band ini Genesis.

Formasi awal Genesis terdiri dari Peter Gabriel (vocals), Tony Banks (keybord), Anthony Phillips (Guitar), Chris Stewart (drum) dan Mike Rutherford (bass & Guitas). Band yang dianggap sebagai pelopor prograsif rock ini, merilis single perdana mereka "The Silent Sun” ditahun 1968, disusul album perdana mereka “From Genesis to Revelation” tahun 1969 yang gagal dipasaran. Usai penggarapan album yang kurang sukses ini drummer Cris Stewart Poisinya digantikan John Mayhew.
Tahun 70-an ini juga bisa disebut sebagai Genesis era Peter Gabriel, sekaligus masuknya personel Genesis lainnya yang kemudian menjadi roh band ini yaitu "Phill Colins".

Genesis merilis album kedua mereka “Trespass” ditahun tahun 1970, ditahun yang sama gitaris Antony Phillips keluar. dan posisinya digantikan Steve Hacket. Kepergian Antony Phillips sempat membuat trauma Banks dan Rutherford hingga band ini sempat ragu apakah akan tetap melanjutkan karir musik mereka atau tidak. Personel Genesis yang tersisa akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan, mereka memutuskan mengganti drumer John Mayhew.dengan Phill Colins.

Setelah Collins bergabung Genesis merilis 4 album “Nursery Cryme” ditahun 1971, “Fosxtrot” tahun 1972, “Selling England by the Pound” dithn 1973 dan “The Lamb Lies Down on Broadway” ditahun 1974. Dari 4 album ini hanya “Selling Enggland by the Pond” yang paling sukses dengan mencapai posisi 3 chart di Inggris.

Era Peter Gabriel berakhir ditahun 1975 setelah ia secara resmi keluar dari band yang ia bentuk. Ia mengutarakan keinginannya itu ditengah-tengah tour album “The Lamb Lies Down on Broadway”. Hengkangnya Gariel tidak terlalu mengejutkan bagi personel Genesis lainnya. Ini lantaran, keretakan sudah terjadi saat penggarapan album “The Lamb Lies Down on Broadway”.


Walau tanpa Petter Gabriel, motor utamanya Genesis, band ini memutuskan untuk tetap bertahan dengan empat personel. Awalnya band ini mencoba mencari vokalis baru, namun memutuskan "Phill Collin" sebagai lead vocal mereka untuk album "Trick of the Tail yang dirilis ditahun 1976.

Usai album ke 8 yaitu "Wind & Wuthering" pepecahan kembali terjadi ditubuh Band peraih Grammy Award untuk kategori Best Concept Music Video ini. Kini giliran gitaris Steve Hackett yang memilih hengkang. Meski tinggal tiga personel, Genesis memutuskan tetap melaju. Kondisi band yang carut marut ditinggal personelnya ini juga dapat ditangkap pada judul album ke 9 Genesis “And Then There Were Three…” yang dirilis ditahun 1978.

Tahun 80-an menandai transasi genre musik Genesis dari Prograsif Rock ke pop. Pencinta band yang tercatat sebagai 30 artis terlalris didunia ini dapat dirasakan pada album ke 10 mereka yaitu "Duke" yang dirilis tahun 1980. Perubahan ini berbuah kebangkitan Genesis. Album "Duke" membuahkan no.1 hits pertama Genesis di tangga lagu Inggris. Sukses Duke dilanjutkan dengan dirilisnya album “Abacab” dithn 1981 dan album "Genesis" ditahun 1983 yang sukses besar dengan hits klasik band ini yaitu "Mama", "That's All", dan "Home by the Sea".

Tahun 1986 Genesis merilis album "Invisible Touch" yang melahirkan 5 hits singels yaitu "Tonight, Tonight, Tonight", "Throwing It All Away" dan "Invisible Touch". Album yang dirilis disaat puncak kesuksesan solo karir Phill Cholins ini juga menjadi album Genesis dengan angka penjualan tertinggi.

Genesis baru kembali merilis album ditahun 1991 yaitu; "We Can't Dance". Album yang menghasilkan hits al; "Hold on My Heart", "Tell Me Why" dan I Can't Dance" ini sekaligus menjadi album terakhit Collins bersama Genesis. Phill Collins resmi keluar ditahun 1996, posisinya digantikan Ray Wilson. Terakhir Genesis merilis album "Calling All Stations" ditahun 1997. Tahun 2007 Genesis melakukan tur reuni mereka yang diberi judul “Turn It On Again”. Tur yang dimulai musim panas 2007 dilakukan di 12 negara di eropha dan dilanjutkan ke amerika utara.

Aerosmith

The Hottes Rock Band
Aerosmith adalah rock band legendary asal Amerika Serikat yang dibentuk oleh Joe Perry, Tom Hamilton and Steven Tyler pada tahun 1970 di Boston Massachusetts. Ketiganya kemudian merekrut Joe Kramer dan Brad Whitford yang melengkapi formasi band ini ditahun 1971.

Dimasa awal terbentuknya band ini, sang lead vocal “Seteven Taylor merupakan drummer yang sempat bergabung dengan band – band yang tidak sukses seperti The Vic Tallarico Orchestra, dan The Strangeurs, Chain Reaction. Taylor bertemu Joe Perry saat liburan di Sunapee, saat itu Perry yang tergabung dalam band “Jam Band” bersama Tom Hamilton masih bekerja sebagai pencuci piring disebuah restoran.

Hamilton and Perry kemudian hizrah ke Boston, Massachusetts dan bertemu Joey Kramer yang juga teman Steven taylor. Pada bulan October 1970, keempatnya kemudian bertemu dan sepakat membetuk band. Hanya saja Steven Taylor saat itu berikeras baru akan bergabung jika ia menjadi lead vocal dalam band. Setelah mendapat persetujuan dengan personel yang lain akhirnya permintaan Taylor itu diluluskan, dan nama Aerosmith sendiri diusulkan drummer Joe Kramer.
Setelah nama band ditentukan, mereka kemudian merekrut Ray Tabano, teman kecil Taylor untuk bergabung, namun akhirnya digantikan Brad Whitford ditahun 1971 yang melengkapi formasi awal Aerosmith. Meski Perry, dan Whitford Sempat keluar antara tahun 1979 hingga 1984 mereka kembali bergabung hingga kini.

Aerosmith memulai perjalanan panjang musik mereka setelah dikontrak Columbia Records untuk album perdana entitled “Aerosmith” yang dirilis Januari 1973. Ditahun itu, album yang didalamnya terdapat hts “Dream On” dan “Mama Kind Dog” ini tidak begitu sukses. Nama Aerosmith baru mulain menanjak setelah album kedua mereka “Get Your Wings “ dirilis tahun 1974.

Aerosmith mensejajarkan nama mereka dengan rock band papan atas dunia setelah merilis album ketiga “Toys in the Attic”. Dalam album ini single “Walk This Way” dan “Sweet Emotion”, masuk top 40 hit. Berikutnya Arosmith merilis album “Rocks” ditahun 1976. Album yang menghasilkan hits "Last Child", "Back in the Saddle", dan "Home Tonight" ini disebut sebagai album Aerosmith yang paling keras dan paling nge-rock!!!

Tahun 1977 Aerosmith merilis Album “Draw the Line” yang tidak begitu sesukses. Namun Aerosmith tetap menghasilkan hits lewat single soundtrack film Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band”, “Come Together”. Lagu yang merupakan daru ulang The Beatles ini juga menjadi top 40 hits Aerosmith terakhir hingga 10 tahun kemudian.

Tahun 1978, Aerosmith merilis album live mereka “Live! Bootleg” yang disebut banyak pihak merekam “kekerasan” band ini. Hanya saja, sisi gelap Aerosmith mulai tampak selama tour album “Draw The Line”. Ini lantaran kegilaan personel band ini akan obat terlarang baik diluar atau diatas panggung. Steven Taylor dan Joe Perry pun punya julukan baru yaitu “Si Kembar Racun”.

Taun 1979 setelah merekam album “Night in the Ruts” gitaris Joe Perry meninggalkan band ini ia kemudian membentuk band sendiri The Joe Perry Project. Perry kemudian digantikan oleh Richard Supa dan kemudian oleh Jimmy Crespo. Album “Night in the Ruts” " yang menghasilakn hits "Remember (Walking in the Sand)", sendiri gagal dipasaran.

Kegilaan akan obat bius ini nampak jelas terlihat setelah insiden colapsnya Steven Taylor diatas panggung saat konser di Portland, Maine tahun 1980. Ditahun yang sama Aerosmith merilis album Greathits mereka yang menjadi album terlaris di AS dan terjual hingga 11 juta copi. Tahun 1981 setelah selesai mengisi sesi gitar untuk lagu “Lightening Strike” giliran gitaris Brad Whitford hengkang dari Aerosmith/ posisinya digantikan Rick Dufay.

Meski limbung ditinggal dua personel inti mereka, tahun 1982 Aerosmith merilis album “Rock in a Hard Place”, yang tidak hanya gagal dipasaran tapi juga gagal menciptakan hits. Saat tour album ini, Steven Taylor kembali jatuh diatas panggung di Worcester, Massachusetts. Penyebabnya sama, sebelum kejadian, Steven Taylor sempat “Flay” dibelakang panggung bersama Joe Perry yang datang mengunjungi bekas bandnnya itu.

Tahun 1984 merupakan awal kebangkitan Aerosmith. Dua personel mereka, Joe Perry dan Brad Whitford kembali bergabung. Setelah itu mereka merilis album “Done with Mirrors” namun baru mendapat respons positif setelah Joe Perry dan Steven Taylor tampil dalam album grup rap “Run DMC” yang mendaur ulang lagu hits mereka “Walk This Way ”. Inilah titik kebangkitan Aerosmith yang kemudian merilis album “Permanent Vacation” ditahun 1987 dan “Pump” yang menghasilkan hits "Janie's Got a Gun", dan "What It Takes". Single "Janie's Got a Gun" juga membuahkan perhargaan Gramy pertama bagi Aerosmith

Setelah beristirahat sejenak, Aerosmith kembali merilis album Get a Grip ditahun 1993. Album ini menghasilkan 3 hits power ballad yaitu "Cryin'", "Crazy" and "Amazing". Video klip single ini diperankan aktris Alicia Silverstone; yang tampil provokatif jhingga dijuluki gadis aerosmith (aerosmith chik).

Dari album ini Aerosmith memengakan dua penghargaan Grammy/ yaitu Best Rock Performance by a Duo or Group with Vocal: untuk lagu "Livin' on the Edge" ditahun 1994 dan "Crazy" di tahun 1995.

Taun 1997 Aerosmith merils album Nine Lives, yang menghasilkan satu-satunya lagu no.1 hits mereka "I Don't Want to Miss a Thing", lagu soundtrack film Armagedon yang dibintangi anak Steven Taylor, Liv Taylor. Selain itu album ini juga menghasilkan hits "Falling in Love (Is Hard on the Knees)", "Hole in My Soul", and "Pink" yang juga kembali memenangkan fourth Grammy Award ditahun 1999. Tahun 2001 Aerosmith merilis album ke 13 mereka “Just Push Play “ yang langsung meledak lewat single “Jaded”.

Tahun 2004, Aerosmith ahirnya memnuhi janji mereka dengan meluncurkan album blues Honkin' on Bobo. meski telah hampir 4 dekade, rock band yang telah mengantongi 4 penghargaan Garamy Award ini tetap eksis. Tahun 2008 lalu mereka merekam album terbaru yang hingga kini belum dirilis.

U2

The Biggest Irish Rock Band
U2 merupakan Rock band asal Dublin Irlandia yang didirikan di tahun 1976 oleh sekelompok remaja yang minim pengetahuan dibidang musik. Mereka adalah; Larry Mullen Jr , Paul Hewson (Bono), Adam Clayton, Dave Evans (The Edge) dan Dick Evan.

Awalnya band ini bernama “"Feedback", kemudian berganti menjadi "The Hype" ditahun 1977. Setahun kemudian Dik Evans keluar dan empat personel yang tersisa melanjutkan band ini dengan nama baru yaitu U2. Nama U2 sendiri diambil atas saran musisi punk Steve Averil. U2 merilis single perdana mereka “Three” pada September 1978, disusul single kedua mereka "Another Day" ditahun 1980 namun dua karya awal mereka ini masih dirilis local alias hanya di Irlandia saja.
U2 baru go internasional setelah dikontrak Island Records tepatnya saat single ketiga mereka "11 O'Clock Tick Tock" dirilis tahun 1980 disusul album perdana mereka “Boy” di tahun yang sama. Album perdana ini menghasilkan UK hits single pertama U2 yaitu ; "I Will Follow". Album kedua U2 “October” dirilis ditahun 1981 disusul album ketiga mereka “War” di 1983 yang menghasilkan hits pertama mereka diluar Irlandia yaitu "New Year's Day", dan "Sunday Bloody Sunday,".

Perubahan musik band ini mulai terlihat jelas pada album “The Unforgettable Fire” yang dirliis tahun 1984. Namun album ini juga menandai sukses mereka di AS lewat hits “Bad" dan "Pride (In the Name of Love)". Sukses ini disusul album “The Joshua Tree” yang dirilis tahun 1987. Album yang membuahkan dua penghargaan Gramy Award ini menghasikan US no.1 hits “With or Without You” dan "I Still Haven't Found What I'm Looking For".

Tahun 1991, U2 merillis album ketujuh mereka “Achtung Baby”. Album yang digarap di Berlin timur ini menghasilkan hits klasik mereka “One”. Sukses ini disusul album Zooropa ditahun 1993 yang membuahkan hits "Stay (Faraway, So Close!) ".

Tahun 1995, U2 merilis album eksperimental mereka “Original Soundtracks 1,” meski albumnya sendiri kurang begitu sukses namun salah satu singelnya "Miss Sarajevo" featuring Luciano Pavarotti menjadi hits. U2 terus bereksperimen pada album berikutnya “Pop” ditahun 1997. Album ini menjadi no. 1 album di 35 negara, namun dari sisi penjualan masih berada dibawah album U2 sebelumnya.

Tahun 2000, U2 merilis album “All That You Can't Leave Behind” yang kembali mengangkat nama band ini. Album ini menghasilkan hits "Beautiful Day", "Walk On", "Elevation", and "Stuck in a Moment You Can't Get Out Of". Keempat single ini membuahkan penghargaan gramy award.

Tahun 2004 U2 merilis album “How to Dismantle an Atomic Bomb” yang menghailakn hits single “Vertigo”, album ini juga membuahkan U2 penghargaan greammy award di 8 kategori. Terakhir band yang namanya telah masuk Rock and Roll Hall of Fame ini merilis album ke 12 mereka “No Limit” pada 27 February lalu. Awal Maret ini U2 tampil live diatas geduing BBC untuk mempromosikan album yang telah mereka garap sejak tahun 2006 itu.

“Linda Ronstadt”

Penyanyi Dengan Vokal Berbagai Genre Musik
Linda Ronstadt merupakan legend asal AS dengan vokalnya yang khas dan bisa masuk diberbagai genre musik. Artis kelahiran Tucson, Arizona 15 Juli tahun 1946 ini memulai karir musiknya di pertengahan tahun 60-an, bersama band folk rock “The Stone Peneys,”.

Bersama band ini Linda menghasilkan hits; "Different Drum,"dan "Up To My Neck In High Muddy Water". Artis keturunan Mesiko - Jerman ini memulai solo karirnya ditahun 1969 lewat album Hand Sown.. Home Grown, namun nama Linda baru diperhitungkan setelah album keduanya “Silk Purse” dirilis thn 1970. Singel “Long long Time” dari album ini masuk nominasi Gramy. Album keempat Linda “Don't Cry Now” dirilis tahun 1973. Album inilah yang mulai melambungkan namanya dengan hits "Silver Threads and Golden Needles,"yang merupakan hits county pertamanya.

Karir artis berjuluk “queen of rock” ini makin meroket dengan dirilisnya album “Heart Like A Wheel”, thn 1974 yang juga menjadi no.1 hits country album pertama dari empat no.1 hits contry albumnya.



Monday - March 23rd, 2009 [23:28]
“Linda Ronstadt”
Penyanyi Dengan Vokal Berbagai Genre Musik

Linda Ronstadt merupakan legend asal AS dengan vokalnya yang khas dan bisa masuk diberbagai genre musik. Artis kelahiran Tucson, Arizona 15 Juli tahun 1946 ini memulai karir musiknya di pertengahan tahun 60-an, bersama band folk rock “The Stone Peneys,”.

Bersama band ini Linda menghasilkan hits; "Different Drum,"dan "Up To My Neck In High Muddy Water". Artis keturunan Mesiko - Jerman ini memulai solo karirnya ditahun 1969 lewat album Hand Sown.. Home Grown, namun nama Linda baru diperhitungkan setelah album keduanya “Silk Purse” dirilis thn 1970. Singel “Long long Time” dari album ini masuk nominasi Gramy. Album keempat Linda “Don't Cry Now” dirilis tahun 1973. Album inilah yang mulai melambungkan namanya dengan hits "Silver Threads and Golden Needles,"yang merupakan hits county pertamanya.

Karir artis berjuluk “queen of rock” ini makin meroket dengan dirilisnya album “Heart Like A Wheel”, thn 1974 yang juga menjadi no.1 hits country album pertama dari empat no.1 hits contry albumnya.

Singel pertama dari album ini "You're No Good," menjadi No.1 di tangga lagu tangga lagu Pop. dari album ini pula Linda menyabet Grammy untuk kategori Best Female Country Vocal Performance that year. Berikutnya Linda merilis album “Prisoner in Disguise” di tahun 1975 yang juga sukses.

Penghujung tahun 1977 Linda merilis album “ Simple Dreams” yang menjadi no.1 album dengan hits singel "Blue Bayou", "It's So Easy" dan "Poor Poor Pitiful Me". Album ini juga menjadi album Linda yang tersukses secara internasional.

Nama Linda Ronstadt makin berkibar dengan dirilisnya Album “Living In The USA” di tahun 1978. Album ini tercatat dalam sejarah sebagai album pertama yang meraih double-platinum (terjual lebih dari 2 juta copy).

Memasuki tahun 80-an Linda masih tetap eksis, ia tercatat meluncurkan delapan album. Dimulai dengan album bercorak new wafe rock “Mad Love” yang membuahkan top ten hits “"How Do I Make You". Tahun 1982, Linda merilis album “Get Closer”, yang menghasilkan hits "Get Closer", and "I Knew You When" -dan "Easy For You To Say".

Tahun 1983 hingga 1986, Linda merilis 3 platinum pop album yang sukses yaitu “What's New” di tahun 1983, “Lush Life” tahun 1985 dan “For Sentimental Reasons” yang dirilis tahun 1986. Tiga album ini diantaranya melahirkan hits "Someone to Watch Over Me" and "When I Fall in Love".

Awal tahun 1987 Linda mecetak hits lewat duetnya dengan James Ingram "Somewhere Out There". Lagu yang merupakan soundtrack film animasi An American Tail ini berhasil menjadi Song Of The Year dan masuk nominasi Oscar.

Akhir tahun 1987, Linda merilis album lagu tradisional folk Mesiko yang berhasil menyabet Grammy lewat lagu “Canciones de Mi Padre - "My Father's Songs".

Era 80'an ini Linda Ronstadt dua kali meluncurkan album kolaborasi. Pertama ditahun 1987 Linda merilis album “Trio” yang ia buat bersama diva musik country Dolly Parton and Emmylou Harris. Album ini menjadi no.1 di Billboard's Country Albums dengan no.1 hits, "To Know Him Is To Love Him". Berikutnya Linda bekolaborasi dengan penyanyi soul, Aaron Neville dalam album “Cry Like a Rainstorm, Howl Like the Wind” di thn 1989. Dari album yang meraih Gramy ini juga lahir hits “Don't Know Much” dan “Al My Life”.

Tahun 90'an Linda merilis 6 album, diantaranya “Winter Light” di tahun 1993 dan “Feels Like Home” tahun 1995 yang mencetak hits "Heartbeats Accelerating" dan "The Waiting”, sementara album “We Run” yang dirilis thn 1998 menandai mulai memudarnya karir Linda, album ini tidak mencetak hits dan gagal dipasaran. Terakhir Linda merilis dua album A Merry Little Christmas di thn 2000 dan Hummin' to Myself di tahun 2004.

Kool & The Gang

Band Yang Eksis di Banyak Genre Musik
Band yang satu ini bermain di banyak jalur musik, Kool & the Gang dikenal sebagai band yang eksis di jalur musik jazz, R&B, soul, funk, dan disco. Kool & The Gang pada masa awalnya bermaterikan sembilan personel, namun sepanjang karir mereka terdapat tujuh personel inti yaitu; basis, Robert “Kool” Bell, drummer George Brown; trumpet Robert Mickens, Ronald Bell dan Dennis Thomas saxophone, gitaris, Claydes Charles Smith, serta keyborist, Rick Westfield.

Kool & The Gang dibentuk oleh Robert Bell yang juga dikenal dengan julukan "Kool". Awalnya Robert bersama 4 teman SMA-nya membentuk instrumental band bernama Jazziacs ditahun 1964. Jazziacs kemudian berganti nama menjadi Kool & The Gang setelah mengikat kontrak dengan De-Lite Records ditahun 1969.
Dibawah De Lite records ini Kool & The Gang merilis single perdana mereka “Kool & The Gang”, disusul album perdana ditahun 1970 dengan judul yang sama dan dilanjutkan dengan dua live album. Awal karir band asal New Jersey, AS ini terbilang cukup baik dengan berhasil masuk top 40 namun baru pada tahun 1973 mereka benar-benar mengenyam kesuksesan. Album mereja Wild and Peacefull berhasil masuk to 5 R&B Album dan top 10 pop single yaitu "Funky Stuff," "Jungle Boogie," and "Hollywood Swinging.". Robert “Koll” dkk terus melanjutkan sukses mereka dengan di 3 album mereka berikutnya/ yaitu Light of Worlds thn 1974, Spirit of the Boogie 1975, and Love & Understanding 1975.

Tahun 1977 dan 1978 bisa dibilang tahun “kering” secara komersial bagi Koll & the Gang. Hal inilah yang membuat band ini memutuskan mengambil vokalis dan produser dari luar. Diperiode inilah bergabungnya vokalis, James “JJ” Taylor tepatnya di tahun 1977. Kehadiran “JJ” langsung membawa Koll & The Gang ke jalur sukses dengan hits “Lady’s Night” dan “Too Hot” dari album “Lady’s Night”. Nama “Lady’s Night” kemudian menjadi tradisi di New Jersey dance clubs and bars selama 25 tahun. Yang menarik, satu bait dari lagu “Ladies Night” yaitu "Come on, let's all celebrate" menginspirasi Ronald Bell menulis lagu “Celebration” Yang sekaligus menjadi judul album mereka berikutnya Celebration yang dirilis tahuun 1980. Single “Celebration” sendiri tercatat sebagai no.1 hits single.

Koll & The Gang terus mencetak hits di 3 album mereka berikutnya yaitu “Something Special” di tahun 1981, “As One” di tahun 1982., "Let's Go Dancin' (Ooh La, La, La)" di tahun 1983. Hits yang tercipta antara lain; "Jones vs. Jones" , "Take It to the Top", "Big Fun", "Steppin' Out", "Get Down on It", dan “Joanna". Di tahun 1984 Kool & The Gang merilis album “Emergency” yang juga mencatatkan sejarah tersendiri bagi band ini. “Emergency” album membuahkan 4 top 20 hits diantaranya “Fresh” dan Cherish”.

Perjalanan Koll & The Gang terhenti setelah Taylor Bell dan Ronal Bell yang berganti nama menjadi Khalis Bayyan keluar dari band ini, setelah album “Forever” yang dirilis thn 1987. Keduanya memang kembali bergabung namun hingga saat ini belum bias kembali mendatangkan hits baru bagi Koll & The Gang”.


George Benson

George Benson
Penyanyi dan musisi yang satu ini mengawali karirnya didunia musik sebagai gitaris jazz, namun setelah kesuksesan albumnya "Breezin" di tahun 1976, nama George Benson malah lebih terpatri di jalur pop dan R & B. Album "Breezin" melahirkan dua hits singel yaitu "Breezin" dan "This Masquerade".

"Breezin" kini menjadi standar jenis musik smooth jazz, sedang "This Masquerade", tercatat sebagai lagu pertama yang menjadi number one hits di tangga lagu Billboard baik pop, jazz dan R&B. Sebenarnya, musisi kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania 22 maret 1943 ini sebelumnya telah mempunyai nama di jalur jazz yang ia tekuni antara tahun 1954 hingga tahun 1969.

Di tahun 1977 George Benson menulis sekaligus menyanyikan lagu "The Greates Love of All" sebagai soundtrack film kehidupan petinju Muhammad Ali berjudul "The Greates". Lagu ini menjadi hits setelah dinyanyikan oleh Whitney Houston. Tahun berikutnya Benson merilis album berjudul "Weeked In LA" yang berisikan hits the Drifters yaitu "On Broadway".
"On Broadway" versi Benson ini juga menjadi hits dengan berhasil menempati posisi 7 Bilboard top 100 dan meraih Grammy Award untuk kategori Best R&B Vocal Performance.

Dekade 80-an kesuksesan George Benson terus berlanjut. Albumnya Give Me The Night tahun 1980 yang diproduseri Quincy Jones, berhasil menempati posisi empat tangga lagu AS sekaligus menjadi album hits terbesar Benson di Amerika Serikat. Selanjutnya, ditahun 1981 Benson merilis album ke limanya dibawah Warner Bross, "Turn Your Love Around" yang berhasil menempati posisi 5 ditangga lagu AS.

Ditahun 1983 Benson merilis album ke enamnya dibawah Warner bros "In Your Eyes". ALbum ini berhasil menempati posisi 6 ditangga lagu R&B dan no.1 di tangga lagu Jazz. Tahun berikutnya, Benson tetap melahirkan hits lewat albumnya "20/20" yang dirilis tahun 1984.

Dalam album ini juga terdapat lagu "Nothing's Gonna Change My Love for You" yang juga sukses dinyanyikan ulang oleh penyanyi asal Hawai Glenn Medeiros ditahun 1987.

Di tahun 90-an, salah satu albumnya yaitu "Love Remenbers" dianggap banyak pihak sebagai tanda eksistensi seorang George Benson didunia musik. "Loves Remenbers" yang menghasilkan hits antara lain; "Got to be There" ini tercatat menempati posisi no.1 di tangga lagu jazz.

Meski namanya terangkat dan sukses di jalur pob dan R &B, Benson tetap pada akarnya, Jazz. Ini dibuktikan dengan tetap membuat album jazz hingga saat ini. Terakhir benson merilis albumnya ditahun 2006 yaitu "Givin It Up". Dalam album ini ia berduet dengan vokalis jazz kenamaan Al Jarreau. Album yang didalamnya terdapat lagu "Every Time You Go Away" ini berhasil menempati peringkat pertama di tangga lagu Jazz Amerika Serikat. Hingga kini George Benson tetap dikenal sebagai ikon gitaris jazz selain popularitasnya sebagai penyanyi pop dan R & B.