Tuesday, 30 June 2009

Stevie Wonder

Artis Yang Mensyukuri Kekurangannya
Cacat fisik bukan menjadi hambatan seseorang meraih impiannya. inilah yang dapat dicontoh dari legenda kita yang satu ini Stevie Wonder..

Kebutaan permanen yang dialaminya tidak membuatnya sedih, namun sebaliknya ia percaya bahwa tuhan punya maksud tersendiri pada dirinya dengan kekurangannya itu.

Kenyakinannya itu memang terbukti, lagu-lagun seperti "You Are the Sunshine of My Life", "Superstition" dan "Isn't She Lovely," membuatnya meraih lebih dari 20 penghargaan Gramy Award.

Masa kecil Stevie Wonder yang terlahir dengan nama Stevland Hardaway Judkins penuh kerja keras. Stevie kecil dibesarkan oleh ibunya lantaran ayahnya meninggalkan ibunya dan 5 saudaranya setelah ia lahir.

Karir Stevie di dunia musik bermula saat ia dikenalkan dengan Ronnie White di tahun 1961 yang kemudian membawanya ke studio Motown Records. Barry Gordy, Bos Motown Record, sangat terkesan dengan Stevie kecil yang langsung memberinya kontrak rekaman untuk pertama kalinya meski hanya meraih sukses kecil.
Tahun 1963, diusianya yang baru 13 tahun Stevie mencetak hits pertamanya "Fingertips (Pt. 2)" ". Singgel ini menempati posisi teratas pada Pop and R&B chart. Tahun 1971, diusia 21 tahun, Stevie keluar dari Motown Recod dan merekam dua albumnya secara independent. Ia kembali bergabung dengan Motown Record tahun 1972 dan menggarap album "Talking Book" yang menghasilkan number one R&B hits singgle "Superstition".

Antara tahun 1972 hingga 1976 inilah Stevie merilis 5 album yang disebut-sebut sebagai masterpice-nya antara lain; Music of My Mind, Talking Book, Innervisions, Fulfillingness' First Finale dan Songs in the Key of Life.

Era 80-an merupakan masa keemasan penyenyi kelahiran Saginaw, Michigan 13 Mei 1950 ini. Albumnya Hotter than July, ditahun 1980 meraih paltinum dengan hits singgel seperti; Songs in the Key of Life, Lately dan Happy Birthday.

Ditahun 1982 Hasil kolaborasinya dengan Paul McCartney Ebony & Ivory juga meraih peringkat 1 ditangga lagu AS. Sementara tahun 1984, soundtracknya untuk film The Woman In Red, singgle "I Just Called to Say I Love You", meraih peringkat 1 pada tangga lagu pop dan R & B di AS dan Inggris.

Tahun 1985, Stevie merilis Hits Singgle "Overjoyed" yang menempati posisi 1 pada adult contemporary chart dan posisi 24 di Billboard Hot 100 dan bertahan di Top 40 selama enam minggu.

HIngga kini karir tarik suara sang legenda Stevie Wonder masih terus berjalan, meski salah satu dari 7 anaknya Aisha Morris telah mengikuti jejaknya berkarir didunia musik.

Gloria Estefan

Booming Pop Latin
Gloria Estefan, Legend kita yang satu ini merupakan salah satu penyanyi latin terbesar yang muncul diera 80-an. Namanya memang tidak dapat dipisahkan dengan grup band Miami Sound Machine yang mengusung jenis musik pop, disco, dan salsa.

Dilahirkan di Havana, Kuba 1 Sept 1957, Gloria Estefan dan dibesarkan di Miami Florida, AS. Keluarganya hijrah ke AS tahun 1959 setelah ayahnya yang bekerja sebagai pengawal pribadi keluarga presiden Kuba Fulgencio Batista, terpaksa harus meniggalkan negaranya menyusul kudeta yang dilakukan Fidel Castro.

Karir artis yang bernama asli Gloria Maria Fazardo ini bermula ketika ia bersama saudara sepupunya Merci Murciano bergabung dengan band Miami Latin Boys ditahun 1975. Di band inilah Gloria bertemu dengan pemain keyboard Emilio Estefan yang kemudian menjadi suaminya.
Band ini berganti nama menjadi Miami Sound Machine empat tahun kemudian, ditahun yang sama Gloria menikah dengan keyboadrist grup band ini Emilio Estefan.

Miami Sound Machine sendiri mulai dikenal setelah mereka merilis Album Live Performent di jaringan tv CBS tahun 1979. Namun, Gloria Estefan dan Miami Sound Machine baru bisa menggapai fans non latin, saat singgle mereka "Dr Beat" menjadi jawara di tangga lagu dansa eropa.

Setelah selalu merilis album berbahasa Spanyol, tahun 1985, Miami Sound machine pertama kali merilis album mereka dalam bahasa inggris bertajuk "Primitive Love". Album ini menhasilkan 3 top ten hits di AS antara lain; "Conga," "Bad Boy," dan "Words Get in the Way."

Kesuksesan "Primitive Love" dilanjutkan dengan album Miami Saound Machine berikutnya "Let It Lose" ditahun 1988. "Let It Lose" bahkan berhasil mendapat triple platinum dengan empat top ten hits antara lain, -- "Rhythm Is Gonna Get You," "Can't Stay Away from You," "Anything for You," dan "1-2-3.".

Pada tahun 90 bus Gloria mengalami kecelakaan fatal dalam turnya. Tepatnya pada 20 maret 1990, bus rombongannya ditabrak truk trailer yang mengakibatkan Gloria luka serius yang memaksanya absen selama satu tahun.

Tahun berikutnya, Gloria Estafan kembali kedunia tarik suara sekaligus mencetak hits lewat singgle "Coming Out of the Dark," "Can't Forget You" dan "Live for Loving You,". Ditahun yang sama pula, grup ini berubah nama menjadi Gloria Estefan & Miami Sound Machine.

Setelah sekian tahun tidak lagi merilis album dan lagu berbahsa Spanyol, tahun 1993 Gloria Estefan kembali keakarnya lagu berbahasa spanyol dengan merilis album berbahasa spanyol bertajuk "Mi Tierra" yang menyabet penghargaan grammy award untuk kategori Tropical Latin Album.

Seperti artis top lainnya, Gloria Estefan juga mengisi suaranya untuk soundtrack film. Tahun 1994 ia merilis soundtrack lagu untuk film The Specialist "Turn The Beat Arround". Tembang Clasic Disco yang juga terdapat pada album solo karir ke 4-nya "Hol Me Thrill Me" ini menyabet penghargaan gramy award.

Kesuksesan Gloria juga membawanya dipercaya membawakan lagu untuk official theme ajang olimpiade 1996 berjudul "Reach".

Gloria Estefan adalah artis latin tersukses sepanjang sejarah musik latin di dunia dengan album dan singgle yang telah terjual lebih dari 50 juta copy diseluruh dunia.